Bengkulu, – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 266,57 ribu ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut dihasilkan dari total luas panen padi sebesar 51,65 ribu hektare di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bengkulu, Reni Puspasari, menjelaskan bahwa capaian produksi padi tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Luas panen padi tercatat menyusut sebesar 4,12 ribu hektare atau turun 7,39 persen dibandingkan luas panen pada 2024 yang mencapai 55,78 ribu hektare.
“Sejalan dengan berkurangnya luas panen, produksi padi Bengkulu pada 2025 juga turun sekitar 6,28 ribu ton atau 2,30 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat 272,85 ribu ton GKG,” ujar Reni di Bengkulu, Senin.
Selain produksi padi, BPS juga mencatat produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk di Provinsi Bengkulu pada 2025 mencapai 153,53 ribu ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan 3,62 ribu ton atau 2,30 persen dibandingkan produksi beras tahun 2024 yang sebesar 157,15 ribu ton.
Berdasarkan sebaran wilayah, tiga daerah dengan produksi padi tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Seluma. Sementara itu, wilayah dengan produksi padi terendah meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Kepahiang.
Reni menambahkan, dinamika produksi padi terjadi hampir di seluruh daerah. Penurunan produksi tercatat di Kabupaten Lebong, Kabupaten Kaur, dan Kabupaten Rejang Lebong. Namun, sejumlah daerah justru menunjukkan peningkatan produksi, di antaranya Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Mukomuko.(Iwan)















