Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Hari Ketiga TMMD 127: Jalan 9,5 Persen, Pengerasan Belum Dimulai

Cloud Hosting Indonesia

Rejang Lebong, – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026, progres pekerjaan fisik di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong mulai bergerak.

Berdasarkan laporan H+3, Kamis (12/2/2026), pembukaan badan jalan sepanjang 4,167 kilometer dengan lebar 8 meter telah mencapai 9,5 persen. Sementara pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter belum dimulai dan masih berada di angka 0 persen.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, menegaskan progres awal ini masih dalam tahap pembentukan badan jalan dan mobilisasi alat berat.

“Memasuki hari ketiga, fokus kita pada pembukaan badan jalan. Progres 9,5 persen ini masih tahap awal, tapi ritme kerja terus kita tingkatkan. Target tetap harus tercapai sesuai waktu yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Selain sasaran fisik, kegiatan non fisik juga menjadi bagian dari TMMD 127. Pada hari ketiga ini, pelayanan kesehatan dan donor darah telah terealisasi 100 persen. Sementara sejumlah agenda penyuluhan seperti wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, pertanian, bahaya narkoba, kerukunan antarumat beragama, stunting, karhutla, pelayanan Posyandu dan Posbindu, hingga pemutaran film perjuangan masih belum berjalan dan berada di angka 0 persen.

Untuk program unggulan TNI AD, pembangunan lima titik sumur bor menunjukkan progres awal. Empat titik sumur bor masing-masing telah mencapai 20,5 persen, sedangkan satu titik lainnya baru 5 persen.

Di sektor rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), dari lima unit yang menjadi target, dua unit telah mencapai 15 persen, satu unit 5,2 persen, dan dua unit lainnya belum mulai dikerjakan.

Sebanyak 181 personel dilibatkan dalam pelaksanaan TMMD hari ketiga ini, terdiri dari 126 personel TNI AD, 10 personel TNI AL, 10 personel Polri, 15 mahasiswa, dan 10 warga masyarakat.

Dandim menegaskan seluruh personel akan dimaksimalkan untuk mengejar progres pekerjaan, terutama pada sasaran utama pembukaan akses jalan.

“Waktu pelaksanaan 30 hari. Artinya tidak ada ruang untuk lambat. Cuaca mendukung, alat tersedia, personel lengkap. Tinggal konsistensi di lapangan,” ujarnya.(Arie/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *