Bengkulu, – Menjelang Hari Raya Idulfitri, antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat panjang di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu. Antrean yang didominasi kendaraan roda dua tersebut, memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM.
Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah operasionalnya tetap aman dan terkendali. Perusahaan juga telah melakukan langkah antisipatif dengan meningkatkan cadangan stok untuk menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi BBM dan LPG, mulai dari terminal hingga ke SPBU dan pangkalan resmi.

“Kami memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan tetap terjaga. Distribusi dari terminal hingga ke SPBU dan pangkalan resmi berjalan lancar, dan kami melakukan monitoring secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Rusminto, Kamis (5/3).
Menurutnya, Pertamina juga rutin memantau penyaluran energi di seluruh Terminal BBM, SPBU, pangkalan LPG resmi, serta lembaga penyalur lainnya. Hingga saat ini, distribusi energi di wilayah Sumbagsel dilaporkan berjalan normal tanpa kendala berarti.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait guna memastikan kelancaran distribusi energi, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, munculnya antrean panjang di sejumlah SPBU diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut cadangan minyak Indonesia diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 20 hari.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu isu potensi penutupan Selat Hormuz—jalur strategis distribusi minyak dunia.
Salah seorang warga Bengkulu, Bambang, mengaku ikut mengantre untuk mengisi BBM karena khawatir akan kemungkinan kelangkaan bahan bakar.
“Pernyataan Pak Menteri tempo hari cukup membuat masyarakat kaget. Apalagi sekarang banyak yang bersiap mudik dan kebutuhan menjelang hari raya meningkat,” ujarnya.
Meski demikian, Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Perusahaan memastikan penyaluran BBM dan LPG dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi menjelang Idulfitri.(Raffa)















