Bengkulu, – Dunia sepak bola pernah mengenal sosok penyerang yang bukan sekadar pencetak gol, melainkan simbol ketakutan bagi setiap lini pertahanan. Ia adalah Gabriel Omar Batistuta, striker asal Argentina yang namanya abadi dalam sejarah Serie A Italia dan sepak bola dunia.
Kisah legendaris Batistuta tak bisa dilepaskan dari pernyataan berani pelatih asal Italia, Fabio Capello. Saat itu, Capello dengan penuh keyakinan mengatakan kepada manajemen AS Roma bahwa mendatangkan Batistuta adalah kunci untuk meraih gelar Serie A. Pernyataan tersebut bukan sekadar janji, melainkan visi yang kemudian terbukti nyata. Roma resmi merekrut Batistuta, dan pada musim 2000/2001, Scudetto pun jatuh ke pelukan Serigala Ibu Kota.
Batistuta tampil luar biasa sepanjang musim tersebut. Gol demi gol ia lesakkan dengan cara yang keras, akurat, dan penuh determinasi. Ia bukan hanya membantu Roma menjadi juara, tetapi juga menorehkan namanya sebagai salah satu penyerang paling ditakuti di Italia. Tendangan keras kaki kanannya, sundulan mematikan, serta mental baja membuatnya dijuluki “Batigol” oleh para penggemar.
Di era keemasan Serie A yang dipenuhi penyerang kelas dunia, Batistuta tetap menonjol. Ia berdiri sejajar, bahkan melampaui banyak nama besar lainnya. Menariknya, Batistuta tidak pernah terobsesi bermain untuk klub-klub super kaya. Baginya, tantangan sejati justru datang dari menghadapi tim-tim besar dan mencetak gol ke gawang mereka.
Pernyataan Batistuta tentang pilihannya itu kini terdengar semakin langka di tengah sepak bola modern yang sarat kepentingan komersial. Saat ini, sulit menemukan pemain dengan karakter, loyalitas, dan keganasan seperti dirinya. Batistuta bukan hanya legenda Roma atau Argentina, melainkan ikon sebuah era, ketika satu striker bisa mengubah nasib sebuah klub dan menepati janji seorang pelatih dengan cara paling sempurna.(Ist)















