Bengkulu, – Sebanyak delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Provinsi Bengkulu bersama tiga sekretaris DPC menyatakan sikap menolak menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) X Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Bengkulu yang dijadwalkan berlangsung Kamis siang (5/2/2026) di salah satu hotel di Kota Bengkulu.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh lima DPC lengkap beserta ketua dan sekretaris, serta tiga sekretaris DPC tanpa kehadiran ketua. DPC yang menyatakan penolakan berasal dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Kaur, Kota Bengkulu, Kepahiang, Seluma, Lebong, Rejang Lebong, serta Bengkulu Utara dan Mukomuko melalui perwakilan sekretaris.
Ketua DPC PPP Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, menyampaikan bahwa pihaknya bersama para ketua dan sekretaris DPC lainnya sepakat untuk tidak menghadiri Muswil X. Mereka menegaskan tidak berpihak kepada salah satu kubu dalam dinamika internal partai yang saat ini terjadi.
“Kami tidak akan hadir dalam Muswil. Sikap kami jelas, tidak memihak siapa pun. Kami justru dibuat bingung oleh DPW dan DPP kondisi dualisme kepemimpinan yang ada saat ini, sehingga kami berada dalam posisi serba salah,” ujar Fepi.
Ia menegaskan, sebagai bagian dari struktur partai, DPC pada prinsipnya tunduk dan patuh terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta kebijakan resmi partai. Namun, pihaknya hanya akan mengikuti Muswil yang dilaksanakan berdasarkan instruksi resmi DPP PPP yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal yang sah serta diakui melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM tertanggal Oktober 2025.
“Kami hanya mengakui kepemimpinan yang sah secara hukum. Kami tidak mengakui adanya dualisme kepemimpinan,” tegasnya.
Di sisi lain, Fepi juga mengajak seluruh elit PPP untuk menciptakan suasana yang sejuk, rukun, dan guyub demi menjaga keutuhan partai berlambang Ka’bah tersebut. Menurutnya, PPP harus kembali fokus pada kerja-kerja keumatan dan kebangsaan dengan mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kami rindu PPP yang solid, islami, dan bersatu untuk berbuat bagi bangsa,” pungkasnya. (Iwan)















