Bengkulu, – Program penghijauan kawasan Pantai Panjang Bengkulu terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Setelah sebelumnya Wali Kota Bengkulu menggagas penanaman pohon kelapa di kawasan wisata unggulan tersebut, kini dukungan serupa datang dari anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi. Legislator asal Bengkulu itu secara langsung hadir dan ikut menanam pohon kelapa di sepanjang kawasan Pantai Panjang pada Minggu (24/8/2025).

Erna menegaskan bahwa aksi menanam pohon bukan hanya sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup, khususnya di kawasan pesisir. Menurutnya, pantai yang bersih, rindang, dan tertata akan menjadi daya tarik wisata sekaligus memberi manfaat ekologis bagi masyarakat sekitar.
“Ini adalah rangkaian kegiatan kunjungan daerah pemilihan saya. Hari ini kami bersama-sama masyarakat melakukan penanaman pohon kelapa sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, terutama di kawasan Pantai Panjang ini. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat kebersihan serta kelestarian lingkungan sekitar,” ujar Erna.
Sebagai putri daerah Bengkulu, Erna menilai upaya penghijauan harus menjadi gerakan bersama. Menurutnya, menjaga keindahan pantai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa peran serta warga sangat penting agar program yang sudah berjalan tidak berhenti di tengah jalan.
“Tidak bisa hanya pemerintah yang bekerja. Semua pihak harus terlibat. Kalau masyarakat peduli, maka kebersihan dan kelestarian pantai akan terjaga. Kesadaran ini harus terus dipupuk, tidak boleh berhenti di sini saja,” lanjutnya.
Selain soal lingkungan, Erna juga menyinggung keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Pantai Panjang. Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang berupaya menata ulang keberadaan pedagang agar kawasan pantai terlihat lebih indah dan rapi. Namun, ia mengingatkan agar penataan tidak merugikan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas perdagangan di kawasan wisata tersebut.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian. Kalau pemerintah menata kawasan agar lebih cantik, itu sangat bagus. Tetapi jangan lupa, para pedagang ini juga harus diberi solusi. Jangan sampai dipindahkan ke lokasi lain yang justru sepi pengunjung. Pemerintah harus memfasilitasi tempat yang layak, tertata rapi, namun tetap ramai dikunjungi wisatawan,” jelasnya.
Menurut Erna, penataan UMKM dan penghijauan kawasan pantai harus berjalan beriringan. Dengan begitu, Pantai Panjang tidak hanya asri dan hijau, tetapi juga tetap menjadi ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa keberpihakan terhadap UMKM harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sektor ini telah terbukti mampu bertahan dalam berbagai kondisi krisis.
“Kita tidak bisa menutup mata. UMKM di pantai ini adalah bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat. Maka perhatian pemerintah terhadap mereka harus ekstra, bukan hanya sekadar menertibkan, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha mereka tetap terjaga,” tambahnya.
Kegiatan penanaman pohon kelapa ini disambut antusias oleh masyarakat yang turut hadir. Beberapa kelompok pemuda dan komunitas pecinta lingkungan ikut terlibat, sehingga suasana berlangsung penuh semangat kebersamaan. Warga berharap program penghijauan ini tidak berhenti di satu titik, melainkan berkelanjutan di seluruh garis Pantai Panjang.
Pantai Panjang sendiri merupakan ikon wisata Kota Bengkulu yang memiliki garis pantai lebih dari tujuh kilometer. Keindahan alamnya menjadikan kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Namun, persoalan sampah, penataan pedagang, dan kurangnya ruang hijau kerap menjadi tantangan utama dalam pengelolaannya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui anggota DPR RI seperti Erna Sari Dewi, diharapkan program penghijauan dan penataan Pantai Panjang dapat berjalan lebih maksimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama agar pantai kebanggaan Bengkulu itu tetap indah, lestari, dan berdaya saing sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kalau kita bisa menjaga lingkungan ini bersama-sama, manfaatnya akan kita rasakan bersama pula. Pantai kita akan indah, wisatawan semakin ramai, UMKM berkembang, dan masyarakat tentu lebih sejahtera,” pungkasnya.(Iwan)















