Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Truk Muatan Batu Bara Terguling arus Jalin Taba Penanjung – Kepahiang Macet

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu Tengah, Radar Informasi News.com – kecelakaan tunggal truk Fuso bermuatan batu bara terguling di jalan lintas Taba Penanjung – Kepahyang dan muatan batu bara berserakan di tepi jalan lintas tepatnya pada kilometer 38 tersebut
Pada Kamis (24/07/2025)

Dengan terjadian ini membuat arus Jalan Lintas Bengkulu–Kepahiang terganggu sehingga mobil yang melintas terganggu untuk.melewati jalan lintas tersebut.

Truk besar ini terguling dan menutup hampir seluruh badan jalan, mengakibatkan gangguan serius pada arus lalu lintas di kawasan pegunungan yang dikenal padat kendaraan lalu lalang di kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polres Bengkulu Tengah, IPTU Junita Anggraini, S.Kep, dalam keterangannya menyatakan bahwa kecelakaan tersebut tidak melibatkan kendaraan lain. “Kendaraan besar jenis Fuso yang membawa batu bara terguling di tengah jalan, tepatnya di KM 38. Posisi kendaraan saat ini menutup sebagian besar badan jalan,” jelasnya.

Untuk menghindari kemacetan panjang, pihak kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup dari kedua arah. “Kami menerapkan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup dari arah Bengkulu maupun Kepahiang. Ini untuk memastikan kendaraan masih dapat melintas secara bergantian,” tambah IPTU Junita.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, kecelakaan ini sempat menyebabkan antrean kendaraan sepanjang di kedua arah,” Ungkap IPTU. Junita selaku Kasatlantas Polres Bengkulu Tengah

Lanjutnya bagi Pengendara yang melintas diimbau untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan mengikuti arahan petugas di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kendaraan masih berlangsung. Petugas gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan warga setempat bekerja keras untuk mengangkat truk dan mengembalikan kondisi jalan ke situasi normal.(Adek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *