Bengkulu – Terkait rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di kabupaten Seluma. Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu yang juga merupakan putra daerah Jonaidi SP, MM bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu Syafriandi, S.Sos dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Seluma Zuraini meninjau sekaligus memastikan lahan untuk pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan.

Diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi itu, tujuan dia datang ke Desa Pasar Seluma untuk memastikan soal lahan Pelabuhan Perikanan Nusantara yang memang sudah di serahterimakan kewenangan di kelola oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dimana awalnya PPI berdasarkan Undang-Undang Peraturan dan tata ruang bidang kelautan semua PPI beralih ke Provinsi penyerahan asetnya, sejak tahun lalu dari status PPI menjadi PPN dan sudah di ekspos ke kementerian serta sudah di usulkan lengkap kepada Dinas Kelautan selama satu tahun.
“Tahun ini dana alokasi khusus untuk tahap awal PPN sebesar Rp 16.2 Milyar untuk pembangunan PPN yang ada di desa pasar Seluma, dengan luas lahannya sekitar 10 hektare,” ungkap politisi Partai Gerindra Provinsi Bengkulu yang banyak diminta masyarakat untuk jadi Bupati Seluma periode akan datang tersebut.
Dikatakan oleh Jonaidi, dengan dibangunnya PPN di Desa Pasar Seluma nelayan kemudian sumber daya laut, ikan dan kemaritiman akan menjadi maksimal,berguna bagi masyarakat khususnya di Provinsi Bengkulu yang sampai saat ini di Provinsi Bengkulu belum mempunyai pelabuhan skala Nasional semua baru sebatas PPI satu-satunya nanti pelabuhan yang bertaraf internasional lebih besar dari Pelabuhan Pulau Baai ada di Kabupaten Seluma.
Adapun dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu Syafriandi menuturkan, mereka akan melakukan pengukuran ulang untuk lahan PPN. Lalu dari struktur yang ada kontur tanah yang ada maka tahun depan akan dilakukan landscapenya kemudian pembebasan lahan dan jalan.
“Tahun depan kita akan lakukan pembangunan. Kemudian yang terakhir pembangunan tambak labuh untuk nelayan tradisional kita sehingga para nelayan tradisional nanti ada tempat bersendernya.kalau terjadi air pasang dan surut mereka tidak akan terhambat untuk berlabuh,” singkat mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu tersebut. (ISN)
Penulis : Novi – Editor : Dian Marfani















