
Bengkulu – Koordinator Data Dan Informasi Stasiun Klimatologi Bengkulu, Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Anang Anwar, S.Kom., M.Ling., mengungkapkan hujan yang turun sejak kemarin malam dikarenakan adanya pertemuan angin (konvergensi) dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Bengkulu.
“Kelembapan udara yang cukup basah dari lapisan bawah hingga atas, serta adanya labilitas udara yang cukup kuat di atmosfer Bengkulu, sehingga dapat menyebabkan adanya potensi pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Bengkulu.” ungkap Anang Anwar, Jumat (2/12).
Lebih lanjut dikatakan Anang Anwar, masyarakat harus mewaspadai dampak dari hujan lebat ini seperti banjir dan tanah longsor. “Dampak dari hujan lebat ini bisa terjadinya longsor, guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah, dan volume aliran sungai meningkat sehingga menyebabkan banjir.” lanjutnya.
“Kepada warga masyarakat diharapkan berhati-hati dalam melakukan kegiatan di luar rumah dan tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik bahwa potensi longsor serta banjir tetap ada dan harus diwaspadai.
“Potensi tetap ada jika curah hujannya tinggi, karena penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi.” demikian Damanik.(HKS)
Penulis : Hasnul Kasdi – Ahmad Nasti Nasution















