Bengkulu – Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi non profit yang sangat dikenal dimasyarakat. Di setiap kegiatan yang berhubungan dengan kemanusiaan disitulah PMI berada.
Dalam hal pelayanan darah, Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Bengkulu merupakan Unit yang menangani Donor Darah Sukarela.
Dikatakan oleh Kepala UDD PMI Provinsi Bengkulu dr. Tari Nasawida, program kerja untuk tahun 2023 ini secara garis besar adalah akan memenuhi kebutuhan darah di Provinsi Bengkulu dan jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk, setiap harinya dibutuhkan 600 kantong darah dan juga UDD PMI Provinsi Bengkulu akan melakukan pelestarian pendonor darah dimana nantinya di tempatkan mobil donor darah keliling di wilayah-wilayah yang berpotensi seperti di Jalan Cendana Sawah Lebar dan kalau akhir minggu (weekend) di daerah Pantai Panjang.
“Diharapkan masyarakat dapat menjadikan donor darah itu sebagai gaya hidup (life style) karena banyak manfaatnya.” kata dokter Tari yang ditemui di Sekretariat PMI Provinsi Bengkulu, Selasa siang (3/1).
Lebih lanjut diungkapkan dokter Tari, banyak hal yang didapat dari donor darah, diantaranya mencegah penyakit metabolik seperti gula darah, kolesterol, asam urat dan hipertensi. “Kalau kita bisa mendonorkan darah itu artinya kita orang-orang yang sehat, untuk itu selagi diberi kesehatan dari yang maha kuasa, mari kita melakukan donor darah.” ajak dokter Tari.
Kemudian disampaikan oleh dokter Tari, jangan kita mendonorkan darah itu di saat ada yang butuh.
“Hendaknya kita melakukan donor darah itu bukan saat ada yang butuh saja, diharapkan dengan adanya donor darah sukarela setiap waktu jika ada yang membutuhkan darah, stoknya telah tersedia di UDD PMI.” ujar dokter Tari.
Ditambahkan oleh dokter Tari, diharapkan adanya suatu kepercayaan (trust) dari pendonor terhadap lembaga pengelola donor darah dalam hal ini UDD PMI.

“Kita sebisa mungkin kalau stok darah ada, tanpa pandang bulu, tanpa memandang siapa dia, yang pasti kebutuhan darahnya akan kita penuhi, jadi untuk pendonor darah rutin tidak usah khawatir disaat dirinya butuh darah akan kesulitan mendapatkan darah, karena kalau kita konsepnyo berdonor sukarela, berusaha sama-sama untuk stok darah itu ada, maka kejadian yang sulit mendapatkan darah, rasanya tidak akan terjadi.” demikian dokter Tari.
(Penulis : Hasnul Kasdi – Editor : Ahmad Nasti Nasution)















