Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Pertamina Apresiasi 53 Ribu Kendaraan di Bengkulu Gunakan Aplikasi MyPertamina

Salah satu SPBU di Bengkulu. Foto - ist Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia


Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyambut baik langkah PT. Pertamina Patra Niaga, yang segera menerapkan aplikasi MyPertamina di Provinsi Bengkulu. Pasalnya dengan penerapan aplikasi tersebut, diyakini dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsdi di Provinsi Bengkulu menjadi tepat sasaran.

Sekdaprov Bengkulu, Drs. H. Hamka Sabri, M.Si mengatakan, beberapa waktu yang lalu pihaknya bertemu dengan perwakilan dari PT. Pertamina Patra Niaga. Dalam pertemuan itu salah satu yang dibahas terkait penerapan aplikasi MyPertamina, yang mana di Provinsi Bengkulu ini terdapat sekitar 53 kendaraan sudah mendaftar sebagai pengguna BBM bersubsidi.

“Tak bisa dipungkiri, jumlah kendaraan yang sudah mendaftar pada aplikasi tersebut, menjadikan Provinsi Bengkulu ini cukup tinggi pengguna BBM bersubsidi. Meskipun demikian kita meyakini dengan penerapan aplikasi MyPertamina nantinya, mempu membuat penyaluran BBM bersubsidi di daerah kita semakin tepat sasaran,” ungkap Hamka.

Dengan kata lain, lanjut Hamka, dengan penerapan sistem ini, tidak ada lagi atau bisa meminimalisir penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi. “Terus terang saja, BBM berubsidi ini merupakan salah satu program pemerintah yang menguras anggaran tidak sedikit. Jadi ketika terjadi ketidaktepatan sasaran saat pendistribusian, negara yang rugi,” tegasnya.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung Program Subsidi Tepat dengan telah melakukan pendaftaran. Dimana untuk Provinsi Bengkulu sendiri sudah 53 ribu lebih kendaraan yang terdaftar menggunakan BBM subsidi.

“Dengan demikian secara tidka langsung masyarakat turut mendukung program subsidi tepat ini. Dengan adanya program ini, penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat menjadi lebih tepat sasaran serta dapat mengidentifikasi apabila ada kendaraan yang melakukan pengisian BBM bersubsidi secara berulang,” demikian Nikho. (Novi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *