Alaku
Alaku
Alaku

Tingkatkan Indeks Literasi, KBP Jalin Kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu

Kepala KBP beserta rombongan bersama Kepala DPK Provinsi Bengkulu, Selasa (31/1). Foto - Hasnul Kasdi Radar Informasi News.Com.
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Kantor Bahasa Provinsi (KBP) Bengkulu melaksanakan pertemuan lanjutan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu terkait rencana pengembangan program Pemutakhiran Profil Komunitas Literasi Berbasis Multimedia pada Selasa, 31 Januari 2023.

Tim dari KBP yang terdiri atas Kepala Kantor, Koordinator Tata Usaha, Koordinator KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum, Koordinator KKLP Literasi yang diwakili oleh Saudara Zainal Arifin Nugraha, S.S., dan Koordinator Humas dan Kerja Sama diterima langsung oleh Kepala DPK Provinsi Bengkulu Meri Sasdi, M.Pd., di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan ini, Kepala KBP, Dwi Lily
Sukmawati, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa ke depan, KBP dituntut untuk menggandeng pemerintah daerah dalam memberikan dampak kebermanfaatan
lembaga Kantor Bahasa sehingga teripta inovasi dalam penyelenggaran kegiatan. Di
samping itu, DPK memegang peran penting dalam peningkatan indek literasi masyarakat Bengkulu melaui program-program yang telah terpola dalam rencana pembangunan daerah, maupun nasional melalui Perpustakaan
Nasional.

“Peluang ini yang seyogyanya dapat disinergikan oleh kedua lembaga yang diamanahkan untuk mengelola tingkat kecakapan literasi masyarakat.” ujar Lely sapaan akrab Kepala KBP Bengkulu, Selasa (31/1).

Kemudian, Kepala DPK Provinsi Bengkulu H. Meri Sasdi, M.Pd dia menyambut baik rencana kerja sama ini.

β€œHal ini sangat mungkin dapat kita lakukan karena lembaga kita masing-masing mempunyai tugas yang sama dalam penigkatan indeks literasi, serta sama-sama mempunyai produk yang dapat dikolaborasikan seperti bahan bacaan, profil komunitas, dan kajian-kajian terkait tingkat kecakapan literasi siswa.” kata Meri Sasdi.

Lebih lanjut disampaikan Meri Sasdi bahwa hal-hal seperti inilah yang dapat dijadikan data awal sehingga bisa saja nanti akan dibuatkan sebuah aplikasi sehingga data-data tersebut dapat tersaji dalam bentuk digital.

“Tim dari Perpustakaan dan Kearsipan Daerah ikut memberikan dukungan untuk rencana kerja ini karena selama ini sangat sulit mendapatkan data yang valid terkait komunitas literasi terutama yang berada di
wilayah pinggiran kabupaten.” lanjut Meri Sasdi.

Dalam kesempatan ini Meri Sasdi menayangkan beberapa data yang telah
terkumpul pada tahun lalu. Data-data terebut diarsipkan secara rapi oleh tim yang mengelola kegiatan tersebut dan akan ditambah dan dimutakhirkan pada tahun ini.

“Diharapkan kepada penyelenggara komunitas literasi, taman baca, TMB/PKBM yang belum terdata pada tahun lalu agar segera bersiap pada tahun ini dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, sekurang-kurangnya adalah sturktur pengurus yang masih
berlaku.” demikian Meri Sasdi.(HKS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *