Bengkulu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu dalam hal ini Komisi IV pada Rabu, 1 Februari 2023 menggelar Hearing Persiapan Go Internasional Festival Tabut Tahun 2023 bersama Pengurus Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen.
Hearing ini dihadiri oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi, dan dihadiri oleh Ketua KKT Bencoolen Ir. Achmad Syiafril Syahboeddin.
Disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Zulasmi Octarina SE, pihaknya menyesalkan dimana anggaran Festival Tabut yang ada hanya Rp. 100 juta sementara Festival Tabut tahun 2023 ini sudah dicanangkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Menparekraf Sandiaga Uno untuk Go Internasional.
“Kalau hanya disupport dengan dana 100 juta saya pesimis, maka dari itu kita meminta Gubernur kembali membuat kebijakan agar anggaran kegiatan Tabut ini ditambah dan pada dasarnya DPRD tidak keberatan sejauh memang untuk mempromosikan Tabut secara internasional.” ungkap Zulasmi Octarina yang ditemui seusai hearing dengan pengurus KKT, Rabu (1/2).
Lebih lanjut diungkapkan politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bahwa penambahan itu sesuai dengan usulan, diusulkan oleh Gubernur dan dipastikan anggarannya, nanti secara legal formalnya di APBD Perubahan.
“Misalkan anggaran kita tidak memungkinkan untuk menambah, maka kita minta Gubernur menginstruksikan perusahaan yang ada di Bengkulu ini untuk membantu kegiatan Tabut melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR),” tambah Rina panggilan akrabnya.
Hal senada dikatakan oleh Ketua KKT Bencoolen Ir. Achmad Syiafril Syahboeddin dengan dana anggaran yang ada sekarang sangat tidak memadai untuk Tabut Go Internasional. “Dengan anggaran yang ada sekarang 100 juta, jangankan untuk buat bangunan Tabut, untuk acara Ritual saja tidak mencukupi.” kata A. Syiafril, S.
“Paling tidak untuk anggaran Festival Tabut Go Internasional ini ada diangka 1 M.” pungkas A. Syiafril, S.(HKS)















