Alaku
Alaku
Alaku

Masya Allah, Betapa Megah dan Mewahnya Masjid Al-Jabbar Yang Habiskan Anggaran Hingga 1 Triliun

Iwan Supratman
Cloud Hosting Indonesia

Penulis : Iwan Supratman

“Masya Allah megah dan betapa mewahnya bangunan Masjid Raya Al-Jabbar kebanggaan masyarakat Kota Bandung Provinsi Jawa Barat yang sempat viral dan hingga saat ini setiap harinya masih terus didatangi ribuan pengunjung yang menjadi jemaah masjid nan indah dan megah itu”

Bandung, – Perjalanan saya dimulai pada Hari Rabu pagi tanggal 5 Juli dari Kota Bengkulu terbang dengan pesawat menuju Jakarta, kemudian lanjut perjalanan dari Jakarta ke Bandung dengan menggunakan Mobil Haice bersama rombongan tim Bola Sundul Perbosi Bengkulu guna mengikuti Fornas Ketujuh Kormi. Tujuan utama kami datang untuk mengikuti Fornas dan bertanding bola sundul. Setelah siang pukul 13.30 WIB kami tiba di Stadion Jalak Harupat lalu tim Bola Sundul Provinsi Bengkulu kandas ditangan Sumsel. Hari kedua di Kota Bandung sekitar pukul 10.00 WIB dari Cihampelas kami menuju kawasan Gede Bage untuk melihat yang katanya ada satu bangunan Masjid dengan kubah yang viral layak jadi destinasi tujuan wisata religi.

Begitu tiba dikawasan Gede Bage, dan melihat atap kubah Masjid Raya Al-Jabbar begitu turun dari taksi online, saya melihat sebuah bangunan masjid yang begitu ramai didatangi masyarakat. Saat tiba dilokasi sekitar pukul 10.30 WIB, saya melihat dan prediksikan ada sekitar hampir seribu pengunjung yang berada disekitar pelataran maupun yang didalam masjid. Begitu melihat lebih dekat, saya begitu kagum. Dimana bangunan masjid yang dengan kapasitas 30 ribu jemaah, yang informasinya dengan estimasi 10 ribu jemaah didalam dan 20 ribu jemaah dipelataran masjid itu sungguh mengagumkan. Tidak salah kalau dari artikel yang pernah saya baca masjid yang dirancang sejak tahun 2015 oleh Ridwan Kamil yang saat itu menjabat sebagai Walikota Bandung dan sekarang Ridwan Kamil adalah Gubernur Jawa Barat itu disebut-sebut sebagai masjid terapung. Kenapa terapung? Karena disamping kiri kanan, depan belakang masjid ada kolam yang terlihat seperti danau kecil dan banyak ikan didalamnya. Sehingga terlihat Masjid Raya Al-Jabbar ini seperti tegak mengapung diatas air danau.

Rasa takjub pun terus melanda saya, dimana ketika akan masuk pelataran masjid disana kita bisa menjumpai puluhan petugas masjid yang bekerja mulai dari membersihkan lokasi, maupun mengarahkan pengunjung. Lalu pemandangan pengunjung yang foto selfie maupun foto oleh fotografer yang mangkal di depan masjid pun menjadi bukti viralnya masjid yang konon dari artikel yang saya baca untuk pembangunannya mulai dari pembebasan lahan hingga interior masjid Al-Jabbar menghabiskan anggaran hingga Rp 1 Triliun ini.

Saat menjejakkan kaki di pelataran masjid. Maka kita sebagai pengunjung akan diminta oleh petugas disana agar melepas alas kaki dimana pihak masjid telah menyiapkan lokasi rak penitipan sandal dan sepatu yang mengarah ketempat pengambilan wudhu dan kamar kecil. Lalu masuk kedalam masjid. Kembali saya terpukau saat akan mengambil wudhu. Disini tempat mengambil wudhu disiapkan begitu banyak dan nyaman, dimana ada tempat duduk persis didepan kran air sehingga saat mengambil wudhu kita bisa sambil duduk tidak perlu berdiri. Lalu setelah mengambil wudhu saya bergerak naik tangga menuju masuk kedalam masjid. Tapi dibawah tangga dari tempat mengambil wudhu juga ada satu tempat mewah yang disana ada semacam museum ornamen perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dibuat sedemikian rupa indahnya.
Sebelum naik tangga masuk kedalam masjid, disana juga ada yang cukup menarik, dimana ada beberapa kotak amal yang saat saya memasukkan sedekah selain ada lubang untuk memasukkan sedekah dikotak tersebut juga ada barcode kris jika masyarakat ingin berinfak atau sedekah dengan non tunai, dan menurut saya cara sedekah ini sangat memudahkan sehingga pengunjung mudah bersedekah.

Lalu masuk kedalam masjid, masya Allah saya begitu takzim melihatnya, baru kali ini saya masuk kedalam sebuah masjid yang begitu luas dengan hamparan sajadah tebal berwarna biru yang jadi tempat untuk jemaah melaksanakan ibadah sholat. Saya bersama rekan rekan rombongan Perbosi Bengkulu melakukan sholat sunat tahiyatul masjid. Karena saat itu hari masih menunjukkan pukul 10.30 WIB. Didalam masjid juga terlihat puluhan petugas yang kalau saya lihat gesit membersihkan area area masjid yang dikunjungi oleh pengunjung. Didalam masjid juga terdapat 12 tiang, walaupun saya tidak tahu apa makna tiang tersebut. Namun keberadaan tiang-tiang itu menurut pandangan mata saya semakin memper indah dan membuat estetis suasana didalam masjid.

Penutup setelah saya dan rombongan sholat, kami keluar dan foto bersama dipelataran masjid. Didalam hati saya mengucapkan rasa syukur dan bangga kepada Allah SWT yang telah menciptakan manusia dan menciptakan sebuah bangunan tempat ibadah umat muslim seindah dan semegah Al-Jabbar. Kemudian saya pun berdoa semoga kedepan Bengkulu juga bisa mempunyai masjid semegah dan seindah ini dan semoga kedepan semakin banyak masjid-masjid megah dan indah lainnya yang dibangun di Indonesia. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *