Bengkulu – Dalam meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf), strategi komunikasi pemasaran merupakan satu hal yang sangat penting. Ini ditegaskan Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati disela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) strategi komunikasi pemasaran Parekraf melalui penguatan konten dan fotografi bersama Kemenparekraf RI, Kamis (20/7).

Menurutnya, strategi komunikasi pemasaran parekraf melalui penguatan konten dan fotografi, dapat dilakukan dengan pendekatan platform sosial media. “Pertama dengan fokus membuat konten yang menarik dan informatif. Tentunya dengan memanfaatkan media visual seperti video dan foto. Bila perlu dalam pembuatannya gunakan narasi yang kuat dan cerita yang menggugah emosi,” ungkapnya.
Sehingga, lanjut Dewi, ketika orang melihatnya bisa langsung tergambar potensi wisata ataupun produk ekonomi kreatif tersebut. Misal seperti Gurita, ketika orang melihatnya, langsung teringat Kabupaten Kaur. “Untuk pemasarannya bisa melalui platform sosial media yang memiliki keunikan dan cara berinteraksi dengan wisatawan,” kata Dewi.
Disamping itu, tambah Dewi, juga perlu mendorong partisipasi dan keterlibatan pengguna dengan mengadakan kontes foto atau video, yang menayangkan destinasi pariwisata atau produk ekonomi kreatif suatu daerah. “Tidak kalah pentingnya yakni kolaborasi dengan pelaku lokal, karena dapat meningkatkan eksposur dan nilai tambah produk atau destinasi,” tambahnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf RI, Emi Ermawati, SE mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sektor parekraf. Khususnya dalam hal promosi dan media. Sebab konten dan fotografi yang kuat dan menarik, dapat menjadi kunci ketahanan sektor pariwisata ataupun ekonommi kreatif dalam usaha meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara para pemangku kepentingan di sektor pariwisata, termasuk para pelaku industri pariwisata, fotografer, konten kreator, dan media. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pariwisata secara keseluruhan,” demikian Emi. (Iwan)















