Benģkulu, – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu hingga saat ini terus meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk memajukan bangsa. Hal demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasdi, M.Pd.
Dalam upaya meningkatkan minat baca dan literasi, Meri Sasdi menyebut jika pihaknya bersama jajaran terkait mengoptimalkan keberadaan perpustakaan sebagai gudangnya literasi yang dapat mencakup kehidupan masyarakat.
”Di tahun 2023 kemarin untuk di Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu sendiri kunjungan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022, ini sangat signifikan. Perpustakaan kita dikunjungi dari berbagai lapisan masyarakat dan target kita di 2024 ini tingkat kunjungan itu harus meningkat, termasuk perpustakaan lainnya juga demikian,” tutur Meri Sasdi.

Ia menambahkan, seiring dengan sosialisasi yang telah dilakukan pihaknya terkait peningkatan minat baca, saat ini memang kebutuhan masyarakat ingin mendapatkan literasi itu semakin meningkat. Sehingga berbagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut terus dioptimalkan dengan baik.
”Untuk perpustakaan daerah kita sudah terakreditasi A unggul ata A Plus, jadi buku kita sudah lengkap. Tapi sekarang bagaimana kita mewujudkan amanat undang-undang 43 tahun 2007 tentang perpustakaan itu dapat dijalankan dengan baik, terutama terkait dengan keberadaan perpustakaan khusus,” imbuhnya.
Lebih jauh ditambahkan Meri Sasdi, perpustakaan khusus tersebut merupakan perpustakaan yang ada di setiap OPD atau instansi, desa/kelurahan, sekolah/universitas dan tempat-tempat khusus lainnya yang mampu mendukung literasi masyarakat.
”Perpustakaan khusus ini salah satunya perpustakaan rumah ibadah, kita program ke sana, perpustakaan OPD juga kita tingkatkan, juga program satu desa satu perpustakaan,” paparnya.
Selain itu, DPK Provinsi Bengkulu juga mendorong keberadaan perpustakaan untuk pemerintah kabupaten/kota, terutama daerah yang belum memiliki perpustakaan daerah yakni Kabupaten Mukomuko, Lebong, Rejang Lebong dan Kota Bengkulu.
”Dukungan kita juga untuk perpustakaan umum kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Alhamdulillah dari 10 kabupaten/kota itu sudah enam ya kabupaten yang memiliki perpustakaan daerah yang representatif dan ada 4 lagi akan kita terus bangun di 2025,” tutup Meri Sasdi.(Iwan)















