Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Data BPS Inflasi Year on Year Kota Bengkulu 3,28 persen

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu, pada bulan Juni 2024 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi secara Year on Year (y-on-y) sebesar 3,28 persen. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, IHK naik dari 103,23 pada Juni 2023 menjadi 106,62 pada Juni 2024. Hal ini disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu Marwansyah dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK) / Inflasi, Senin (1/7/2024) di Kantor BPS Kota Bengkulu, Jalan S. Parman, Nomor 89, Padang Jati.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) di Kota Bengkulu pada Juni 2024 mencatatkan angka 0,07 persen. Sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) hingga Juni 2024 mencapai 1,43 persen

“Inflasi y-o-y tersebut didorong oleh kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 7,18 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,35 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,73 persen. Diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan kenaikan 5,46 persen, serta kelompok transportasi sebesar 3,07 persen. Sementara itu, beberapa kelompok lain mengalami deflasi. Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami penurunan sebesar 0,96 persen, sedangkan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,18 persen,” ujar Kepala BPS Kota Bengkulu Marwansyah.

Marwansyah menambahkan bahwa komoditas beras, cabai merah, emas perhiasan, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) termasuk di antara komoditas utama yang berkontribusi pada kenaikan harga secara y-on-y. Sementara itu, komoditas seperti air kemasan, daging ayam ras, dan vitamin berkontribusi pada deflasi.

Pemerintah diharapkan untuk terus memantau dan mengelola kebijakan ekonomi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kota Bengkulu. Data ini menjadi acuan penting bagi berbagai pihak, baik konsumen maupun pelaku usaha, untuk merencanakan strategi ke depan dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.

Rilis BRS ini merupakan perdana diselenggarakan BPS Kota Bengkulu setelah sebelumnya setiap awal bulan bergabung dengan Rilis BRS BPS Provinsi Bengkulu. Turut menghadiri rilis BRS ini, Kabag Perekonomian Setda Kota Bengkulu, Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Disperindagrin Kota Bengkulu, dan Bappeda Kota Bengkulu, serta Statistisi Ahli Madya dan Statistisi Ahli Muda di BPS Kota Bengkulu. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *