Rejang Lebong, – Kopi Lestari, produk unggulan dari kawasan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, kembali mengharumkan nama daerah setelah berhasil lolos ke ajang internasional World of Coffee 2025. Supriyadi, sang pemilik, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari dedikasi panjang serta komitmen dalam menjaga kualitas kopi robusta yang ditanamnya.

Menurut Supriyadi, untuk memastikan mutu buah kopi, para petani bahkan rela bermalam di kebun saat musim panen tiba. Hal ini dilakukan demi menjaga buah yang sudah matang agar tidak diambil pihak lain, terutama di kebun yang letaknya cukup terpencil.
Perjalanan menuju ajang bergengsi tersebut dimulai saat ia mengirimkan sampel kopi ke lembaga sertifikasi LED 5758 di Bandung pada 10 April 2025. Tiga bulan kemudian, ia menerima kabar gembira bahwa kopinya lolos seleksi awal dengan nilai mencengangkan, yakni 81,83. Nilai tersebut mengantarkan Kopi Lestari masuk ke daftar peserta World of Coffee 2025 yang akan digelar di Jakarta, 15–17 Juni mendatang.

“Kami mengelola kebun sendiri dan melakukan proses pascapanen dengan sangat hati-hati. Fokus utama kami adalah kualitas,” ujar Supriyadi saat kunjungan rombongan wartawan ekonomi yang dibawa oleh Bank Indonesia perwakilan Bengkulu, Minggu (25/5).
Meski sempat ragu hadir langsung ke Jakarta karena keterbatasan logistik, Supriyadi akhirnya berangkat setelah mendapatkan dukungan penuh dari Bank Indonesia Bengkulu yang selama ini mendampingi dan membina usahanya.
Dari seluruh peserta nasional, hanya 10 kopi robusta yang berhasil masuk ke tahap seleksi lanjutan, dan Kopi Lestari berhasil menembus lima besar bersama kopi-kopi unggulan dari Lampung, Jambi, dan Aceh. Keunggulan ini didukung oleh kebun milik Supriyadi yang ditanami delapan hingga sembilan klon kopi robusta pilihan.
Selain mengikuti World of Coffee, Supriyadi juga rutin berpartisipasi di Kompetisi Kopi Spesialti Indonesia (KKSI), sebagai bentuk komitmennya terhadap pengembangan kopi lokal. Ia berharap prestasi ini dapat membawa kopi Rejang Lebong lebih dikenal di dunia internasional.(Iwan)















