Bengkulu, — Ketua DPD RI, Sultan B. Najamuddin, melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihannya di Bengkulu, Senin pagi. Setibanya dengan pesawat pagi, Sultan langsung menuju Universitas Terbuka (UT) Bengkulu untuk menjadi keynote speaker dalam acara pelatihan kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Sultan mengenang masa kecilnya yang penuh keterbatasan. Ia tumbuh di Dusun Anggut, sebuah desa kecil yang belum memiliki listrik. Sejak SD, Sultan harus berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk bersekolah, hingga akhirnya melanjutkan pendidikan SMP ke daerah lain.

“Disini ada yang tahu Manna? Lebih spesifik Dusun Anggut? Di Bengkulu ada dua Anggut: satu tempat kelahiran Ibu Fatmawati, satu lagi tempat saya lahir,” ucap Sultan. “Saya tidak tahu apakah ada hubungannya, tapi ternyata saya bisa sampai ke posisi sekarang, orang ke-7 terpenting di negara ini.”
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak berkecil hati terhadap latar belakang mereka. “Dulu saya sering berkhayal, ingin jadi Presiden karena terlihat enak di TV. Sekarang saya merasakan sebagian, tapi saya tetap seperti dulu. Masih suka nyetir sendiri, makan di tempat biasa,” katanya, memotivasi para mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyerahkan uang pembinaan kepada mahasiswa yang berasal dari daerah terjauh dan terpencil, serta memberikan beasiswa kepada mahasiswa yatim piatu.
Direktur UT Bengkulu, Anton Robiansyah, mengapresiasi kehadiran Sultan. “Alhamdulillah, beliau bisa hadir dan memberi motivasi kepada mahasiswa kami. Semoga beliau bisa berkunjung kembali di lain kesempatan,” tuturnya.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan inspirasi langsung dari tokoh nasional yang berasal dari daerah mereka sendiri. (Nasti)















