Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Gapura Kemerdekaan dan Ampunan Allah

Cloud Hosting Indonesia

Oleh : Fatkur Rohman, M.Pd.I
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Bengkulu

Khutbah Pertama

الحمد لله الذي هدانا للإسلام، وأكرمنا بالإيمان، ووفقنا لصيام رمضان، وأمدّنا بالصحة والعافية.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, kita akan meraih keberkahan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hari-hari ini kita berada dalam suasana memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Di banyak kampung, kita melihat warga membangun gapura di pintu masuk jalan. Gapura bukan sekadar hiasan lomba, tapi memiliki makna mendalam.

Gapura adalah pintu gerbang menuju wilayah baru. Dalam konteks kemerdekaan, gapura mengantar kita memasuki wilayah bernama “Indonesia Merdeka” bebas dari penjajahan, bebas dari penindasan. Namun dalam makna rohani, gapura mengingatkan kita pada kata “Ghafur”, salah satu nama Allah yang berarti Maha Pengampun.

Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Saba: 15):

> بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
“(Negerimu) adalah negeri yang baik, dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Pengampun.”

Ayat ini mengajarkan, kemerdekaan sejati bukan hanya kemerdekaan fisik, tapi juga kemerdekaan hati dari dosa, kemerdekaan jiwa dari sifat tamak, dan kemerdekaan masyarakat dari penyakit korupsi, kemalasan, dan kebohongan.

Saudaraku, di Bengkulu kita mengenal pepatah:

> “Sekundang setungguan, ringan samo dijinjing, berat samo dipikul.”

Maknanya: semua pekerjaan dan tantangan kita pikul bersama. Inilah yang tampak ketika warga bergotong royong membuat gapura menjelang 17 Agustus ada yang bawa bambu, ada yang cat, ada yang memasang lampu. Walau bentuknya sederhana, setiap tetes keringat menjadi bagian dari doa dan syukur atas kemerdekaan.

Kalau gapura kampung dibangun bersama demi menyambut tamu dan meriahkan hari kemerdekaan, maka gapura menuju ampunan Allah pun harus kita bangun bersama dengan shalat, zakat, sedekah, dan saling memaafkan.

HUT RI ke-80 ini harus menjadi momentum:

1. Merdeka dari penjajah fisik para pahlawan telah melakukannya.

2. Merdeka dari penjajah hawa nafsu inilah tugas kita sekarang.

3. Menjaga negeri agar tetap menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur negeri yang baik, penduduknya taat, dan dilimpahi ampunan Allah.

Khutbah Kedua

الحمد لله، الحمد لله الذي أنعم علينا بنعمة الإيمان والإسلام، وأمرنا بطاعته، ونهانا عن معصيته.

Ma’asyiral muslimin,
Mari kita isi kemerdekaan ini dengan iman, akhlak, dan kerja nyata. Jadikan gapura di kampung kita sebagai pengingat, bahwa kita sedang menuju gapura akhirat pintu gerbang menuju ridha dan ampunan Allah.

Kita memohon kepada Allah:
اللَّهُمَّ اجعل بلدنا هذا بلدةً طيبةً، وارزق أهله من الثمرات، واغفر لنا ولهم، ووفّقنا لطاعتك يا أرحم الراحمين.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *