Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Unib dan LKSLU Payung Besurek Latih Lansia Potensial di Bengkulu

Cloud Hosting Indonesia

Fokus pada Keterampilan Pengemasan Produk Herbal dan Sayuran

Bengkulu, – Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) Payung Besurek Kota Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pengemasan produk bagi lansia potensial.

Kegiatan yang bertajuk “Pemberdayaan Lanjut Usia Potensial Melalui Pelatihan Pengemasan Minuman Herbal” ini bertujuan memberikan keterampilan praktis bagi lansia agar tetap produktif di tengah berbagai kerentanan usia lanjut.

Ketua LKSLU Payung Besurek, Rina Puspita Sari, SH., MH., menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami berharap kegiatan ini mendorong para lansia untuk tetap berdaya dan mengurangi permasalahan yang mereka hadapi, baik dari aspek kesehatan, psikologis, maupun ekonomi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa LKSLU saat ini mendampingi sekitar 80 lansia, terdiri dari lansia potensial yang masih bisa produktif dan lansia non-potensial yang lebih banyak memerlukan layanan kesehatan, bantuan permakanan, serta dukungan psikososial.

Sementara itu, Yessilia Osira, MP., selaku ketua tim pengabdian Universitas Bengkulu menegaskan bahwa lansia masih memiliki potensi besar untuk diberdayakan. “Salah satunya dengan melatih mereka mengemas produk hasil kegiatan, seperti minuman herbal, sayuran, dan produk lainnya, agar lebih menarik dan layak dipasarkan,” jelasnya.

Pelatihan dipandu oleh Eka Putra, S.Sos., M.Sos., selaku pekerja sosial pendamping lansia, serta dibantu oleh Abelia Rizki Alifta, S.Sos., M.Sos. dan Iqbal Rahmat Gani, M.Kesos. Para fasilitator tidak hanya memberikan materi pentingnya pengemasan produk, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik pengemasan minuman herbal dan sayuran bersama para peserta.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para lansia potensial dapat terus berkarya, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperoleh manfaat ekonomi sekaligus aktivitas bermakna di usia senja.(Adek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *