Bengkulu, – SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu menegaskan komitmennya dalam gerakan global penyelamatan bumi melalui pernyataan sikap pada Aksi Global “Draw the Line”. Kepala SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu, Sutanpri, menyampaikan dukungan penuh sekolah terhadap gerakan ini sebagai seruan bersama untuk mengembalikan masa depan ke tangan generasi penerus, Jumat 19 September 2025.
Dalam pernyataannya, Sutanpri menegaskan bahwa dunia tengah menghadapi tantangan serius akibat krisis iklim. Mulai dari banjir, kekeringan, badai, hingga gelombang panas semakin mengancam kehidupan manusia. Tak hanya itu, biaya pangan dan energi terus meningkat, sementara industri perusak lingkungan justru meraup keuntungan besar dengan mencemari udara, air, dan tanah.

SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu menyatakan enam sikap utama. Pertama, berdiri bersama gerakan global menuntut keadilan iklim dan menolak praktik industri yang merusak lingkungan. Kedua, mendorong kesadaran siswa dan warga sekolah untuk memahami krisis iklim sebagai isu kemanusiaan dan keadilan sosial. Ketiga, mengintegrasikan pendidikan lingkungan, energi bersih, dan tanggung jawab sosial ke dalam kurikulum sekolah.
Keempat, sekolah juga menegaskan solidaritas kemanusiaan dengan menolak segala bentuk penindasan, ketidakadilan, dan genosida, termasuk yang terjadi di Palestina dan Sudan, sesuai nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Kelima, SMA Muhammadiyah 4 berkomitmen menjadi sekolah berkemajuan dengan inovasi ramah lingkungan, seperti pemanfaatan energi surya (PLTS), pengurangan sampah plastik, serta budaya peduli bumi. Keenam, mengajak masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk bersama membangun masa depan yang adil, damai, dan berkelanjutan.
“Dengan semangat Islam Berkemajuan, inilah garis yang harus kita buat: garis pemisah antara kerusakan dan penyelamatan bumi, antara ketidakadilan dan keadilan, antara masa depan suram dan penuh harapan,” tegas Sutanpri.
Pernyataan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dan masyarakat luas untuk ikut serta dalam perjuangan global melawan krisis iklim.(Iwan)















