Bengkulu, – Usai ditetapkan sebagai Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Bengkulu masa bakti 2025–2029, Muhyidin, M.Pd menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan arah kepemimpinannya serta komitmen pengurus baru dalam memajukan jaringan pendidikan Islam terpadu di Provinsi Bengkulu.
Dalam keterangannya, Muhyidin mengawali dengan rasa syukur dan tekad untuk melanjutkan program-program strategis yang telah dirumuskan oleh JSIT Indonesia. Menurutnya, seluruh program pusat harus dapat dilaksanakan dan direalisasikan di tingkat wilayah secara optimal.
“Kami berkomitmen menjalankan program yang sudah ada dari JSIT Indonesia untuk dilaksanakan dan dimaksimalkan di wilayah Bengkulu. Ini tentu membutuhkan koordinasi dan komunikasi agar pendampingan terhadap seluruh SIT di Bengkulu berjalan efektif,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh unsur yang ada dalam jaringan SIT, mulai dari ketua yayasan, kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan. Dengan hubungan yang solid, lanjut Muhyidin, implementasi program akan berjalan lebih baik dan menghasilkan tindak lanjut yang nyata.
Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa JSIT Bengkulu ke depan harus mengedepankan kolaborasi dan inovasi. Visi-misi organisasi hanya dapat tercapai bila seluruh unsur bergerak bersama.
“Kita membutuhkan kebersamaan dan dukungan penuh dari semua pihak agar setiap program bisa berjalan sesuai harapan. Tanpa itu, mustahil capaian besar dapat diraih,” tambahnya.
Salah satu fokus penting kepengurusan baru adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik guru maupun tenaga kependidikan. Muhyidin menyebut sejumlah program unggulan seperti peningkatan penjaminan mutu SIT, pengembangan organisasi, kemitraan, prestasi siswa, serta penguatan manajemen lembaga dan yayasan.
“Kita ingin SDM di JSIT Bengkulu memiliki kapasitas yang tangguh, kuat, dan unggul sehingga mampu membawa lembaga SIT berkembang dan berdaya saing,” ungkapnya.
Selain aspek akademik, Muhyidin menekankan pentingnya pembinaan karakter bagi peserta didik. Ia menginginkan adanya pemerataan kualitas pendidikan sehingga anak-anak tidak hanya unggul secara akademik dan non-akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Muhyidin menegaskan bahwa JSIT Bengkulu juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program pendidikan berjalan sesuai harapan.
“Ini adalah tanggung jawab besar yang kami emban. Semoga semuanya dapat terealisasi lebih baik lagi dalam pelayanan pendidikan di seluruh SIT di Provinsi Bengkulu,” tutupnya.
(Nasti)















