Pagar Alam, – Pemerintah Kota Pagar Alam terus mendorong percepatan budidaya bawang merah guna memenuhi tingginya kebutuhan pasar. Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, mengatakan produksi bawang merah lokal saat ini masih sangat rendah, yakni baru sekitar 0,35 persen dan belum mencapai 1 persen dari kebutuhan pasar.

Padahal, kebutuhan bawang merah di Pasar Induk Palembang sebagai salah satu pasar utama mencapai sekitar 15 persen. Kondisi ini membuka peluang besar bagi petani di Pagar Alam untuk meningkatkan produksi sekaligus memperoleh keuntungan yang menjanjikan.
Menurut Walikota, komoditas bawang merah memiliki potensi hasil yang tinggi. Dengan rasio panen mencapai 1:10 hingga 1:15, usaha budidaya bawang merah dinilai sangat prospektif, meskipun membutuhkan modal awal yang cukup besar.
“Ini peluang besar bagi petani. Dengan perawatan yang baik, hasil panennya bisa berkali lipat dari bibit yang ditanam,” ujar Ludi.
Untuk memastikan keberhasilan program percepatan budidaya bawang merah, Pemkot Pagar Alam menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pemberian bantuan bibit secara bergulir kepada kelompok tani. Program ini dirancang agar bantuan tidak hanya dinikmati satu kelompok, melainkan dapat dirasakan secara merata oleh petani lainnya.
“Bantuan bibit harus diberikan secara bergantian antar kelompok tani, sehingga manfaatnya berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak petani,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pagar Alam, Hera Parianti Ludi, menjelaskan bahwa gerakan tanam bawang merah juga menjadi bagian dari program kerja TP PKK, khususnya dalam pemanfaatan kebun PKK secara produktif.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. “Kami berharap kebun TP PKK dapat dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan, dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola pekarangan yang produktif serta bernilai ekonomi,” ujarnya.(Raffa)















