Bengkulu, – Gelandang tim nasional Portugal, Bruno Fernandes, angkat bicara terkait kritik yang muncul setelah hasil imbang 1-1 yang diraih Portugal di ajang Piala Dunia FIFA 2026. Kritik tersebut banyak diarahkan kepada kapten tim, Cristiano Ronaldo, serta gaya permainan Portugal yang dinilai kurang mendukung sang megabintang.
Fernandes menegaskan bahwa dirinya dan seluruh pemain Portugal sangat menghormati Ronaldo sebagai kapten sekaligus legenda terbesar yang pernah dimiliki negaranya. Menurutnya, kontribusi Ronaldo selama lebih dari dua dekade bersama Portugal merupakan pencapaian luar biasa yang sulit terulang.
“Saya memahami gairah para penggemar karena Cristiano sangat berarti bagi Portugal. Namun, terkadang orang salah memahami apa yang terjadi di lapangan,” ujar Fernandes.
Ia menjelaskan bahwa sepak bola modern merupakan permainan kolektif yang menuntut setiap pemain mengambil keputusan terbaik demi kepentingan tim. Karena itu, tidak semua serangan harus berakhir dengan umpan kepada Ronaldo.
“Jika Cristiano berada di posisi terbaik, tentu kami akan mengoper kepadanya. Tetapi jika ada pemain lain yang memiliki peluang lebih baik, maka keputusan itu yang harus diambil,” katanya.
Fernandes juga membantah anggapan bahwa dirinya sengaja mengabaikan Ronaldo dalam membangun serangan. Menurutnya, seluruh pemain fokus untuk memenangkan pertandingan, bukan mengejar catatan statistik individu.
“Tujuan kami adalah menang. Kami tidak bermain untuk memaksakan statistik atau membantu seseorang mencetak gol sebanyak mungkin,” tegasnya.
Terkait situasi bola mati dan tendangan bebas, Fernandes menyebut Ronaldo tidak pernah memaksakan diri untuk menjadi eksekutor utama. Keduanya saling menghormati keputusan yang diambil di lapangan berdasarkan situasi pertandingan.
Menutup pernyataannya, Fernandes menegaskan bahwa seluruh pemain Portugal memiliki satu tujuan utama, yakni membawa negaranya meraih prestasi tertinggi.
“Kami berada di sini untuk berjuang demi Portugal, membuat para penggemar bangga, dan membawa trofi ke negara kami. Kami bermain untuk kemenangan Portugal, bukan demi catatan individu siapa pun,” pungkasnya. (ist)















