Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Universitas Bengkulu Perkuat Kader Kesehatan untuk Cegah Demam Berdarah di Bengkulu Utara

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu Utara, – Universitas Bengkulu (UNIB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Penguatan Kader Kesehatan dalam Kewaspadaan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Aula Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya angka kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Bengkulu Utara menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi keempat di Provinsi Bengkulu setelah Mukomuko, Bengkulu Selatan, dan Rejang Lebong.

Sebanyak 34 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta kader Posyandu. Mereka dipersiapkan menjadi kader kesehatan yang berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan DBD di lingkungan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. dr. Enny Nugrahaeni, M.Biomed, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan demam berdarah yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan rumah tangga.

Menurutnya, beberapa upaya yang dapat diterapkan antara lain menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai merah, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan lotion antinyamuk, menjaga daya tahan tubuh, serta menyebarluaskan informasi melalui poster edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Lurah Kemumu, Wiskarmadi, S.IP. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kepedulian Universitas Bengkulu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan DBD.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat terus berlanjut. Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu persoalan nyata yang dihadapi warga Kelurahan Kemumu, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak dalam upaya pencegahannya,” ujarnya.

Materi utama disampaikan oleh dr. Syeri Febrianti, M.Epid, yang membahas tentang penyakit DBD serta pemanfaatan serai merah (Cymbopogon nardus) sebagai salah satu alternatif pencegahan melalui pengusiran nyamuk penyebab DBD.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama para kader Posyandu. Salah seorang peserta, Waryati, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena menambah wawasan masyarakat mengenai pencegahan DBD.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat, khususnya di tingkat keluarga, semakin mampu melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue secara mandiri,” katanya.

Sebagai penutup, tim pengabdian Universitas Bengkulu menyerahkan bibit serai merah secara simbolis kepada para kader Posyandu sebagai bentuk dukungan nyata dalam penerapan upaya pencegahan DBD berbasis lingkungan.(Adek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *