Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Kisah Larinya Sebagian Penduduk Malabero Saat Prediksi Gempa Besar Disertai Tsunami Yang Hantui Bengkulu : Rumah Warga Sebagian Sudah Kosong, Nelayan Berhenti Melaut Dua Hari

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Gempa besar dan Tsunami yang terjadi di Aceh 2004 lalu menjadikan trauma yang mendalam bagi warga Bengkulu. Sebab, setelah Gempa dan Tsunami terjadi di Aceh akhir Desember tahun 2004, Bengkulu pada tahun 2007 mengalami gempa besar berkekuatan 8.4 M w atau 7.9 skala magnitudo, terjadi pada tanggal 12 September 2007.

Akibat gempa tersebut sebagaimana data Bappenas di Sumatera Barat dan Bengkulu ada 25 orang meninggal, 41 orang luka berat dan 51 orang luka ringan. Sementara, ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Terbanyak, wilayah yang terdampak di Kota Bengkulu pada saat itu ada di pesisir pantai malabero serta wilayah kampung melayu kota Bengkulu.

Wilayah ini secara geografis memang berdekatan langsung dengan laut.

Namun, seusai gempa 12 september 2007, masyarakat Bengkulu kembali dihantui oleh ketakutan akibat viralnya ramalan dari warga negara brazil yang menyatakan Bengkulu akan dilanda gempa besar dan tsunami di akhir tahun 2007 layaknya Aceh tepatnya tanggal 23 Desember.

Ramalan warga negara brazil
Yang bernama Jucelino Nobrega da Luz ini membuat sebagian warga Malabero ketakutan karena Jucelino sebelumnya sempat meramalkan Aceh akan dilanda gempa dan tsunami besar sebelum musibah tersebut benar benar terjadi pada Desember 2004.

Akibatnya, sebagian warga Malabero waktu itu meninggalkan rumah mereka dengan mengungsi ke wilayah kelurahan yang agak sedikit tinggi serta nelayan menghentikan aktivitas mereka selama dua hari.

Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin waktu itu mengimbau agar masyarakat tidak termakan isu isu ramalan yang menambah ketakutan masyarakat.

Hanya saja, sejumlah warga Malabero waktu itu masih cemas dan tetap meninggalkan rumah mereka.(Yadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *