Bengkulu, Radar Informasi News.Com — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (Unib) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Optimalisasi Senam Lansia dengan Terapi Psikososial” di Posyandu Lanjut Usia Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu.
Kegiatan yang melibatkan kader Posyandu Seruni Kelurahan Malabero tersebut diikuti sekitar 15 warga lanjut usia berusia 60 tahun ke atas. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan kegiatan senam lansia sekaligus membantu peserta menghadapi persoalan psikologis yang mungkin masih terbawa dari pengalaman masa lalu.
Ketua tim pengabdian, Yessilia Osira, S.Sos., MP, mengatakan tidak semua lansia dapat menjalani kehidupan dengan bahagia. Sebagian di antaranya masih menghadapi pengalaman traumatis yang tidak menyenangkan atau dikenal sebagai luka batin.
“Melalui terapi psikososial, diharapkan para lansia dapat berdamai dengan masa lalunya, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih ringan dan bahagia,” ujar Yessilia dalam sambutan pengantar kegiatan.
Sementara itu, Ketua Posyandu Kelurahan Malabero, Rini, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bengkulu yang telah membantu pihaknya meningkatkan pelayanan bagi warga lanjut usia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Bengkulu yang berkenan membantu posyandu dalam upaya melayani warga lansia di Kelurahan Malabero. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lebih rutin,” kata Rini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam lansia, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan, meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, asam urat, dan kadar gula darah. Setelah itu, peserta mengikuti terapi psikososial yang dipandu Bayu Risdiyanto, pekerja sosial dari Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Bengkulu.
Dalam terapi tersebut, peserta diajak menggali berbagai pengalaman traumatis yang dapat memicu kemarahan, kesedihan, penyesalan, maupun dendam berkepanjangan. Dengan pendampingan terapis, para lansia kemudian diarahkan untuk berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu, sekaligus menyusun rencana kehidupan yang lebih bahagia pada masa mendatang.
Dua peserta, Zanibar (79) dan Nila Kusma (78), berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin di luar jadwal posyandu. Menurut mereka, waktu yang lebih panjang akan membuat proses terapi berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi para lansia.(Adek)















