Alaku
Alaku
Daerah  

Yakesma Salurkan TJSL, Pelindo Bangun Rumah Penyu di Bengkulu Tengah, Dorong Pelestarian Satwa Langka

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu bersama Yakesma menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung konservasi penyu di Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Program tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking pembangunan rumah penyu sebagai fasilitas pendukung penangkaran dan pelestarian penyu di kawasan pesisir tersebut, Selasa (29/9/2026).

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pelindo sekaligus implementasi kepedulian perusahaan terhadap pelestarian lingkungan melalui TJSL.

“Ini salah satu implementasi program Pelindo dalam pelestarian lingkungan melalui TJSL. Hari ini kami melakukan groundbreaking rumah penyu. Harapannya dapat membantu melestarikan penyu yang saat ini menghadapi ancaman kepunahan,” ujar Rizky.

Menurutnya, lokasi Alun Utara dipilih setelah Pelindo bersama Yakesma melakukan evaluasi terhadap sejumlah wilayah yang membutuhkan dukungan konservasi. Pelindo juga melihat kondisi infrastruktur penangkaran yang membutuhkan pembenahan.

Rizky mengungkapkan, kondisi pesisir di kawasan tersebut juga mengalami perubahan. Sekitar delapan bulan lalu, tim Pelindo melihat air laut telah mencapai bagian belakang kawasan penangkaran. Namun, saat ini garis pantai mengalami perubahan akibat adanya endapan yang terbawa ke kawasan pesisir.

Ia menambahkan, keberadaan rumah penyu diharapkan menjadi langkah awal memperkuat konservasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlangsungan satwa tersebut.

“Banyak telur penyu yang masih dikonsumsi masyarakat. Dengan adanya konservasi ini, kita berharap dapat mulai menyelamatkan dan melestarikan penyu, meskipun jumlahnya masih terbatas,” katanya.

Sementara itu, BM Yakesma Apra Yulianda Putra menjelaskan, dukungan TJSL tersebut mencakup pembangunan fasilitas penangkaran serta sarana pendukung agar kegiatan konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Apra, fasilitas yang dibangun antara lain dua bangunan berukuran 4×4 meter yang difungsikan untuk pengeraman telur dan pemeliharaan penyu. Selain itu, disiapkan pula sarana pendukung operasional pengelola kawasan konservasi.

“Program ini tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga ada pembinaan agar pengelolaan konservasi dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan,” jelas Apra.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danlanal Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Tengah, serta perwakilan Universitas Bengkulu.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *