Bengkulu, – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengajak seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk menyukseskan dan meramaikan pergelaran Festival Tabut 2026, yang dilaksanakan pada tanggal 16 hingga 26 Juni 2026 di Pantai Panjang.
Perayaan Festival Tabut tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi warga lokal, tetapi juga sebagai daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.

“Ayo seluruh sanak saudara agar dapat mendatangi arena Tabut 2026 mulai tanggal 16 Juni sampai 26 Juni 2026. Jangan sampai ketinggalan, banyak nian atraksi seni dan budaya termasuk juga ada pasar malam yang menyajikan banyak dagangan-dagangan yang menarik,” kata dia di Kota Bengkulu, Kamis.
Festival Tabut menampilkan sejumlah pertunjukan seni, tradisi, serta pasar malam yang menyajikan produk-produk menarik khas Provinsi Bengkulu.
Ia mengatakan, peran aktif warga sangat penting untuk menjaga kelestarian tradisi budaya Bengkulu agar tetap dikenal luas hingga ke luar daerah dan provinsi tetangga, bahkan internasional.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan sekitar 250 ribu kunjungan wisatawan pada penyelenggaraan Festival Tabut 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–26 Juni 2026.
“Sinergi seluruh pihak sangat penting agar pelaksanaan Festival Tabut tahun ini berjalan aman, tertib, dan sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni.
Target kunjungan tersebut mencakup wisatawan dari berbagai kelompok usia, termasuk wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.
Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut, Herwan Antoni memimpin rapat persiapan Festival Tabut 2026 yang membahas berbagai aspek mulai dari pengaturan lalu lintas hingga dukungan terhadap pelaku usaha dan ekonomi kreatif.
Kehadiran wisatawan tentunya akan menggeliatkan festival budaya tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan proyeksi dampak ekonomi yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat selama pelaksanaan Festival Tabut 2026.
Festival Tabut 2026 diproyeksikan melibatkan sekitar 500 UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta sekitar 3.000 pelaku seni dan budaya. Nilai transaksi ekonomi selama pelaksanaan festival diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
Festival akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, bazar serta pameran UMKM, dan sejumlah kegiatan pendukung lainnya yang bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada masyarakat yang lebih luas.(Raffa)














