Alaku
Alaku
Alaku

Bantuan APE Dukung PAUD Permata Pidie Jaya Tetap Layani Pembelajaran Pascabencana

Cloud Hosting Indonesia

Pidie Jaya, Aceh, – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus melakukan upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh guna memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, termasuk pada jenjang pendidikan anak usia dini. Melalui penyaluran bantuan pendidikan, PAUD Permata Pidie Jaya menjadi salah satu satuan pendidikan terdampak yang tetap berupaya melaksanakan pembelajaran di tengah keterbatasan sarana pascabencana.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa Kemendikdasmen memastikan layanan pendidikan anak tetap berjalan di tengah situasi pascabencana, khususnya pada satuan pendidikan yang terdampak banjir di Provinsi Aceh. “Dalam masa pemulihan, keselamatan dan keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas. Anak-anak tidak boleh kehilangan hak belajarnya hanya karena bencana. Karena itu, kami memperkuat dukungan pembelajaran darurat sekaligus mempercepat langkah rehabilitasi,” ujar Dirjen PAUD Dasmen, di kesempatan berbeda, beberapa waktu lalu.

Dalam mendukung keberlangsungan pembelajaran tersebut, PAUD Permata Pidie Jaya telah menerima bantuan berupa Alat Permainan Edukatif (APE). Bantuan berupa mainan edukatif ini dimanfaatkan sebagai sarana belajar anak usia dini agar proses pembelajaran tetap berjalan aktif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Kepala Sekolah PAUD Permata Pidie Jaya, Fitriani, menyampaikan bahwa bantuan APE sangat membantu sekolah dalam masa pemulihan. “Alhamdulillah, bantuan APE berupa mainan edukatif sudah kami terima dan langsung kami gunakan dalam kegiatan belajar anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi sarana dan prasarana sekolah secara umum masih dalam keadaan aman. Namun, banjir yang terjadi menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bagian bangunan. “Bangunan sekolah masih utuh, hanya pintu bagian bawah yang mengalami pelapukan karena terendam lumpur saat banjir,” ungkap Fitriani terkait dampak bencana terhadap fasilitas sekolah.

Meski terdampak, pihak sekolah tetap berupaya agar kegiatan pembelajaran dapat kembali dilaksanakan. Kegiatan belajar mengajar di PAUD Permata Pidie Jaya telah dimulai kembali sejak 5 Januari 2026. Penyesuaian dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi dan keamanan lingkungan sekolah. “Kami mengupayakan semaksimal mungkin agar pembelajaran dapat kembali berjalan,” tutur Fitriani.

Sebagai satuan pendidikan anak usia dini, PAUD Permata Pidie Jaya melayani 20 peserta didik dengan dukungan 3 orang guru dan 1 tenaga kependidikan. Seluruh unsur sekolah berperan aktif memastikan anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan meskipun kondisi belum sepenuhnya normal. Saat ini, dari 3 ruang belajar yang dimiliki sekolah, 1 ruang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sementara itu, 2 ruang lainnya masih difungsikan sebagai tempat pengungsian warga terdampak banjir.

Dalam masa pemulihan ini, PAUD Permata Pidie Jaya masih membutuhkan dukungan lebih lanjut, terutama buku paket untuk anak-anak serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. Sekolah belum sepenuhnya beroperasi normal karena sebagian peserta didik masih berada di pengungsian, namun pihak sekolah berharap kondisi segera pulih agar seluruh anak dapat kembali belajar secara optimal.

Terkait dengan linimasa penyiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, untuk tanggap darurat dilakukan sampai 8 Januari 2026, transisi darurat ke pemulihan Januari-Juni 2026, dan masa pemulihan Juli 2026-Desember 2027. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hingga saat ini telah menyalurkan 27 ribu paket school kit, 168 unit tenda untuk pembelajaran darurat, 147 unit Ruang Kelas Darurat (RKD), 1.339 dana operasional pendidikan darurat, tunjangan guru untuk bencana telah disalurkan kepada 16.467 guru, 680 dukungan psikososial untuk satuan pendidikan, dan 147.670 buku.

Selain itu, telah diterbitkan pula Surat Edaran dari Mendikdasmen tentang pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana dan dilengkapi dengan petunjuk teknis. Dokumen ini diterbitkan sebagai respons cepat dari kementerian untuk memberikan pedoman bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran pascabencana yang dimulai pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 pada tanggal 5 Januari 2026.

Sebagai upaya percepatan pelaksanaan rehabilitasi satuan pendidikan, telah dilakukan penandatanganan PKS pada satuan pendidikan di provinsi Aceh pada tanggal 15 Januari 2026. PKS diprioritaskan bagi sekolah rusak sedang, pengadaan mebelair, serta pembangunan area bermain beserta APE luar untuk PAUD. Adapun nilai bantuan PKS yang diberikan untuk jenjang PAUD adalah senilai 3,2 miliar, SD senilai 23 miliar, SMP senilai 22 miliar, dan SMA senilai 5 miliar. Total nilai bantuan PKS sebesar 54 miliar.(Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *