https://radarinformasinews.com/wp-content/uploads/2022/08/42538733-0798-4390-a043-98635d197dee.jpg

Cegah Ancaman Krisis, Susun Kebijakan Ekonomi Dengan Baik

  • Bagikan

Bengkulu – Sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kota Bengkulu saat ini cenderung tinggi sehingga tak hanya berdampak pada omzet penjualan yang turun, namun juga dikeluhkan para pembeli karena kenaikan tersebut terjadi sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, belum pulihnya ekonomi dari dampak pandemi covid-19, belum beresnya konflik Rusia-Ukraina dan perubahan iklim yang ekstrem serta sebab-sebab lain telah mengguncang perekonomian global.

“Pemerintah daerah harus menyadari hal ini dengan baik, sebab masalah-masalah ini belum tentu akan dapat segera diatasi. Cegah resiko yang lebih buruk yang mungkin akan terjadi. Kebijakan ekonomi di daerah harus disusun dengan baik,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Kamis (4/8/2022).

Dewan Penasehat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bengkulu ini menjelaskan naiknya harga bahan pokok memiliki dampak serius terhadap keberlanjutan hidup masyarakat, terutama kelompok masyarakat dalam taraf ekonomi menengah ke bawah.

“Strateginya harus pas dan jelas. Berbagai kendala produksi dan distribusi harus diurai. Infrastruktur harus diperkuat. Penuhi harapan warga agar pemerintah dapat segera menstabilkan harga bahan pangan yang telah naik cukup lama ini,” sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menekankan, koordinasi dan kerjasama berbagai pihak merupakan salah satu solusi untuk dapat menurunkan harga pangan yang tinggi sesuai dengan wewenang dan fungsi masing-masing.

“Saya sebagai Senator misalnya, bisa dengan perbaikan regulasi dan mendampingi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai rekomendasi ke pusat. Silahkan sampaikan masukan, saya akan teruskan ke kementerian terkait,” tandas Hj Riri Damayanti John Latief.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menambahkan, kementerian terkait perlu secara rutin melakukan pengawasan dan penugasan kepada stafnya untuk mendapatkan data dan informasi aktual perkembangan harga-harga di daerah.

“Di Bengkulu karena soal harga pangan ini sudah cukup lama naik menurut saya kementerian terkait perlu turun tangan ke sini, apa masalahnya, apa kendalanya, apa solusinya. Mudah-mudahan ada langkah yang efektif dalam menghadapi inflasi harga bahan pokok ini,” tutup Hj Riri Damayanti John Latief.(09)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.