Jakarta, — Memasuki hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi dan berdialog dengan peserta didik di SMP Negeri 18 Jakarta. Pada kesempatan itu, Wamen Fajar memberikan semangat optimisme dan mengajak murid untuk memaknai TKA sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita.
Di tengah ruang kelas sekolah, Wamen Fajar mendengarkan pengalaman para murid saat mengerjakan soal TKA, bertanya apa cita-cita mereka, dan apa arti pelaksanaan TKA bagi mereka. Ungkapan tersebut salah satunya diutarakan oleh Azra Zahira, siswi kelas sembilan SMP Negeri 18 Jakarta. Kepada Wamen Fajar, Azra mengungkapkan ingin menjadi seorang psikolog dan juga merasa bahwa pelaksanaan TKA menjadi pembangkit kembali semangat belajar generasi muda di tengah kemajuan teknologi.
“Dari soal yang dikerjakan tadi, saya merasa soal-soal tersebut harus kerjakan dengan penuh berlogika dan sangat melatih kemampuan berlogika. Saya sangat menikmati soal-soal cerita yang merefleksikan kehidupan sehari-hari dan tentunya optimis dengan nilai TKA ini,” terang Azra.
Senada dengan Azra, Raka Afandi juga merasa pelaksanaan TKA sangat membantunya untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Saat mengerjakan soal matematika tadi saya sangat optimis bisa meraih nilai yang baik. Menurut saya TKA ini menjadi sebuah pemacu untuk kita bisa dapat berprestasi serta mengukur kemampuan akademik kita selama bersekolah di SMP,” ujar Raka.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 18 Jakarta, Lina Puspasari, mengungkapkan bahwa tahun ini sekolahnya mengikutsertakan sebanyak 242 murid untuk TKA. Persiapan menuju TKA juga telah dilakukan diantaranya yaitu persiapan sarana prasarana, sosialisasi TKA kepada guru, murid dan orang tua, memberikan pendalaman materi soal-soal TKA kepada murid, serta melakukan simulasi TKA berlangsung sebanyak dua kali. Sebagai kepala sekolah dan pendidik, Lina berharap TKA dapat menjadi jembatan bagi murid untuk dapat mempersiapkan lebih matang ke jenjang pendidikan selanjutnya.
“Adapun persiapan sarana prasarana yang kami lakukan menuju pelaksanaan TKA seperti pengecekan perangkat komputer, laptop, serta jaringan internet di sekolah. Puji syukur pelaksanaan hari pertama ini semua murid kami dapat mengikuti dengan lancar, rata-rata dari mereka merasa senang terhadap soal-soal TKA yang banyak mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari,” ucap Lina.
Menanggapi tiga pernyataan diatas, Wamen Fajar menuturkan bahwa sesungguhnya tujuan pelaksanaan TKA tidak hanya berfokus untuk mengejar nilai murid saja, melainkan untuk melatih kemampuan literasi dan kemampuan logika berfikir peserta didik. Ia juga turut mengucapkan terima kasih kepada Suku Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan seluruh panitia TKA di sekolah yang sudah mempersiapkan dan melaksanakan TKA dengan sangat baik. Ia berharap pelaksanaan TKA di hari dan gelombang berikutnya juga dapat berlangsung dengan lancar, tidak hanya di Jakarta namun juga di seluruh Indonesia.
“Hari ini saya meninjau pelaksanaan TKA di SMP Negeri 18 Jakarta dan puji syukur pelaksanaanya berlangsung dengan lancar. Saya juga sempat berbincang dengan para murid dan melihat antusias mereka ikut TKA. Kesan mereka positif, waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal dirasa sudah cukup dan model soal di TKA memberikan kesan yang menarik.,” ungkap Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, di Jakarta, Senin (6/4).(Raffa)















