Bengkulu, – Warga di berbagai wilayah Indonesia dikejutkan oleh kemunculan cahaya terang yang melintas di langit pada Sabtu malam (4/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Termasuk di Provinsi Bengkulu bahkan banyak netizen di medsos seperti facebook berkomentar bahwa itu seperti rudal. Fenomena ini ramai dibagikan di media sosial, salah satunya melalui akun Facebook Info Gempa Dunia, dan sempat memicu spekulasi publik yang mengira cahaya tersebut adalah meteor atau komet.
Namun, berdasarkan ciri-ciri yang terlihat, fenomena tersebut diduga kuat merupakan debris atau puing antariksa yang masuk kembali ke atmosfer Bumi. Cahaya terang yang tampak bergerak perlahan, disertai pecahan-pecahan kecil yang terpisah, menjadi indikator kuat bahwa objek tersebut bukan benda langit alami seperti meteor.
Debris antariksa biasanya berasal dari sisa peluncuran roket, satelit yang sudah tidak aktif, atau bagian dari wahana luar angkasa yang telah habis masa operasionalnya. Saat memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, benda-benda ini akan mengalami gesekan hebat dengan udara sehingga terbakar dan menghasilkan cahaya terang menyerupai bola api.
Fenomena serupa sebenarnya bukan hal baru dan cukup sering terjadi di berbagai belahan dunia. Bahkan, kejadian yang mirip sempat terekam di Argentina beberapa waktu lalu, dengan pola cahaya yang hampir sama, yakni memanjang dan terpecah menjadi beberapa bagian.
Meski terlihat dramatis, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebagian besar debris akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. Peristiwa ini justru menjadi pengingat bahwa aktivitas manusia di luar angkasa juga meninggalkan jejak yang sesekali dapat terlihat dari Bumi.(Raffa)















