Bengkulu, – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu telah meluncurkan fasilitas Buffer Area untuk memperlancar arus barang dan bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu pada Selasa (2/7.
Peluncuran ini dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Executive Director Regional 2, Drajat Sulistyo, dan para stakeholder pelabuhan. Mereka disambut oleh General Manager Pelindo Regional II Bengkulu, S. Joko, beserta jajarannya.
Dalam keterangannya, Drajat Sulistyo menyampaikan bahwa pendirian Buffer Area didasari oleh meningkatnya aktivitas operasional Pelabuhan Pulau Baai, termasuk peningkatan kedatangan truk dari luar Bengkulu dan kenaikan volume pengapalan curah kering yang menghambat kelancaran layanan kepelabuhanan.
Oleh karena itu, kebutuhan akan Buffer Area di kawasan Pelabuhan Bengkulu menjadi sangat penting. Percepatan dan kelancaran arus lalu lintas barang dari dan ke pelabuhan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur performa logistik dan jasa kepelabuhanan.
S. Joko menambahkan bahwa Buffer Area seluas sekitar 2 hektar ini terletak di tengah kawasan pelabuhan, berjarak sekitar ±3,3 km dari kantor PT Pelindo dan sekitar ±2,6 km dari PLTU, dengan 31 tenant lahan di area stockpile curah kering hingga lokasi PLTU.
“Buffer Area berfungsi sebagai penyangga wilayah utama, yang dapat meningkatkan kinerja layanan pelabuhan, khususnya kelancaran arus barang di wilayah pelabuhan dan sekitarnya,” jelas Joko.
Pendistribusian pergerakan truk di pelabuhan akan lebih merata. Buffer Area akan mengoptimalkan penggunaan sumber daya fasilitas pelabuhan dan jalan akses pelabuhan, sterilisasi dan keamanan (orang dan barang) di area lini I dan area operasional pelabuhan. Ini sejalan dengan program STRANASPK yang terintegrasi dengan sistem single TID, gate pass pelabuhan, dan Buffer Area yang dapat mengurangi potensi kemacetan di pelabuhan, sehingga memberikan layanan yang efektif dan efisien.
Manfaat bagi Pelindo sebagai BUP adalah terhindarnya pelabuhan dari kongesti yang merugikan banyak pihak dan peningkatan produktivitas layanan penanganan barang. Dari sisi Pemerintah, dalam hal ini Dinas Perhubungan yang diwakili oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pulau Baai, dapat mengendalikan risiko keselamatan dan gangguan keamanan yang ditimbulkan dari pengoperasian truk, pengaturan trafik di dalam pelabuhan, mempermudah monitoring aktivitas barang di pelabuhan, dan dapat meningkatkan PNBP.
“Bagi pengguna jasa, adanya kepercayaan dalam kelancaran kegiatan kendaraan pengangkut dan kenyamanan pengangkutan barang di lingkungan pelabuhan,” ungkap Joko.
Gubernur Bengkulu mengapresiasi langkah Pelindo dan berharap segala permasalahan dalam pelayanan pelabuhan akan semakin mudah terwujud jika semua layanan terkait logistik sudah terbangun secara terintegrasi dengan seluruh stakeholder melalui sistem yang telah terdigitalisasi.
“Dengan adanya Buffer Area ini dan fasilitas penunjang lainnya, diharapkan kegiatan pengangkutan barang dari dan ke Pelabuhan Pulau Baai akan lebih lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak terkait,” harap Gubernur.(Iwan)