Alaku
Alaku
Alaku

Ketimpangan Gender Mengkhawatirkan, Jumlah Pria di Latvia, Lebih Sedikit dibanding Perempuan

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Data terbaru dari Central Statistical Bureau of Latvia mengungkapkan fakta demografis yang cukup mengkhawatirkan. Negara Baltik tersebut saat ini menghadapi ketimpangan gender yang signifikan, di mana jumlah perempuan tercatat sekitar 80.000 orang lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Ketidakseimbangan ini bukan terjadi dalam waktu singkat, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang berlangsung selama beberapa dekade. Tingginya angka migrasi pria ke negara-negara Eropa Barat untuk alasan ekonomi, tingkat kematian laki-laki yang lebih tinggi akibat masalah kesehatan, serta meningkatnya populasi lanjut usia menjadi penyebab utama ketimpangan tersebut.

Dampak kesenjangan gender ini paling terasa di wilayah perkotaan serta pada kelompok usia tua. Di kota-kota besar Latvia, perempuan mendominasi struktur populasi, sementara jumlah pria usia produktif terus menurun. Kondisi ini dinilai memengaruhi pola pembentukan keluarga, menurunkan angka pernikahan, dan berpotensi mengganggu stabilitas populasi dalam jangka panjang.

Para peneliti demografi menyebutkan bahwa minimnya jumlah pria menyebabkan persaingan mencari pasangan menjadi semakin tinggi bagi perempuan. Di sisi lain, arus migrasi tenaga kerja pria ke luar negeri terus memperparah ketimpangan, khususnya di kelompok usia produktif yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan nasional.

Pemerintah Latvia pun mengakui bahwa ketidakseimbangan gender yang berkepanjangan dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya partisipasi tenaga kerja hingga tekanan terhadap angka kelahiran nasional. Jika tidak ditangani serius, kondisi ini berpotensi memicu persoalan sosial dan ekonomi di masa depan.

Saat ini, para pembuat kebijakan tengah menyusun berbagai langkah strategis, termasuk upaya menarik kembali pekerja migran, memperbaiki sistem kesehatan pria, serta menciptakan iklim kerja yang lebih kompetitif di dalam negeri. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas demografis sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan Latvia ke depan.(Net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *