Bengkulu – Taman Berkas yang terletak di kawasan Pantai Berkas, Kota Bengkulu, kini menuai keluhan dari pengunjung akibat kondisinya yang kian tak terurus dan semerawut.
Dulunya dikenal sebagai destinasi wisata keluarga yang ramai dikunjungi, kini Taman Berkas terlihat sepi. Kondisi ini berdampak langsung pada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang biasa berjualan di sekitar area taman. Banyak dari mereka memilih berhenti berjualan karena minimnya pengunjung.

Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan yang cukup parah. Fasilitas taman seperti pagar jembatan maupun ayunan yang ada terlihat rusak, dan beberapa bagian taman tampak tidak terawat. Area bermain anak yang sebelumnya luas kini menyempit akibat menjamurnya usaha rental sepeda listrik dan usaha mewarnai yang semakin mengambil alih lahan taman.
Salah satu pengunjung, Yuli (32), mengungkapkan keprihatinannya. “Kenapa taman ini bisa jadi semerawut begini? Dulu bagus dan nyaman untuk bawa anak-anak bermain, sekarang sudah tidak lagi,” keluhnya.
Yuli juga menyoroti semakin sempitnya area bermain anak karena pelaku usaha yang membuka lapak terlalu ke tengah lapangan, sehingga mengganggu fungsi utama taman sebagai ruang publik terbuka.
Pada awal pembangunannya hingga tahun 2024, Taman Berkas masih terawat dan menjadi salah satu tujuan favorit warga lokal. Namun, memasuki 2025, kondisinya berbanding terbalik—sepi pengunjung, minim perawatan, dan kurang pengawasan dari pihak terkait.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki dan mengelola kembali Taman Berkas agar kembali menjadi ruang publik yang nyaman dan fungsional bagi masyarakat. (Iwan)















