Bengkulu – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi menilai PT Pelindo II Cabang Bengkulu saat ini kurang berpartisipasi dalam pembangunan Ekonomi di Provinsi Bengkulu.
Dikatakan Sumardi, Pelabuhan Pulau Baai yang menjadi pelabuhan terbesar di tingkat Sumatera masih jauh dari fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.

Salah satunya mengenai aktivitas jalan dari gerbang PT Pelindo II Cabang Bengkulu menuju stok file masih ditemukan jalan rusak serta minimnya penerangan jalan di lokasi tersebut.
Karenanya, Sumardi menilai hal tersebut dapat mengganggu para pelanggan mereka seperti angkutan truk batu bara serta karyawan yang bekerja di sekitar tersebut seperti karyawan TLB.
“Banyak media menyoroti partisipasi PT Pelindo untuk mendorong pembangunan ekonomi di Provinsi Bengkulu, termasuk ekonomi itu sektor pariwisata dll. Pertama yang saya sorotì itu jalan yang masuk dari gerbang PT Pelindo itu sampai ke stock file sudah buruk. Sehingga bagi pelanggan mereka, pelanggan mereka itu seperti angkutan truk batu bara, karyawan yang bekerja di sekitar tersebut, serta tenaga lain karyawan TLB. Na ini sudah sangat mengganggu (jalan rusak)” Ujar Sumardi
Selain itu, Sumardi juga menyoròti kemacetan yang pernah terjadi di Pelabuhan Pulau Baai hingga ke Simpang Betungan Kota Bengkulu oleh truk batu bara yang akan bongkar muat di Stock File Pelabuhan Pulau Baai dinilai lamban dalam penanganan.
“Bahkan (truk batu baŕa) pernah macet 2-3 jam sampai ke Simpang Betungan bahkan jauh lagi” cecar Sumardi. (Iwan/Tedy)















