Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Pasir Tutup Alur Pelabuhan Pulau Baai, Kapal Keruk Dinilai Belum Optimal

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Proses pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu kembali disorot. Pasalnya, alur masuk pelabuhan kini benar-benar tertutup pasir, sementara kapal keruk CSD Costa Fortune 3 disebut tidak bekerja optimal.

Hasil sidak yang dilakukan Forum Komunikasi Asosiasi Maritim menunjukkan bahwa kapal keruk hanya aktif saat kunjungan GM Pelindo dan tim media. Selebihnya, aktivitas pengerukan berhenti.

“Sangat disayangkan, pengerukan seolah hanya formalitas saat ada kunjungan. Setelah itu, pekerjaan terhenti,” kata Marwan Ramis, Ketua Forum, Minggu (8/6).

Sidak ini turut dihadiri oleh Purwanto (Sekretaris Forum), Aris (perwakilan ALFI-ILFA), serta Edi Haryanto (Wakil Ketua INSA Bengkulu dan anggota DPRD Kota Bengkulu).

Forum mendesak KSOP untuk menempatkan petugas di lapangan guna mengawasi dan mencatat jam kerja kapal keruk secara harian melalui time sheet resmi.

Untuk solusi cepat, Forum menyarankan agar kapal-kapal yang tertahan, termasuk KM Pulau Telo, bisa menggunakan alur alami yang berada di sisi dermaga Pertamina. Namun, alur tersebut terhalang oleh pipa Pertamina.

Edi Haryanto menyarankan langkah teknis: “Pipa berbentuk L itu bisa dipotong dan disambung ulang agar posisinya masuk ke dasar pasir. Dengan begitu, jalur bisa dilalui kapal tanpa gangguan.” sarannya.(Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *