Bengkulu, – Penutupan Law Festival (LawFest) Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (FH UNIB) berlangsung khidmat dan penuh inspirasi di Gedung C UNIB, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH, MH, yang juga merupakan Ketua Alumni FH UNIB.

Dalam sambutannya, Usin Abdisyah menyampaikan dukungan penuh agar LawFest dapat menjadi agenda tahunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UNIB. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan mahasiswa hukum sejak dini.
“Hari ini bukan sekadar penutupan acara, melainkan titik awal perjalanan adik-adik sebagai calon sarjana hukum dan pemimpin masa depan,” ujarnya di hadapan peserta LawFest yang mayoritas merupakan mahasiswa baru.
Ia menegaskan bahwa memilih Fakultas Hukum bukan hanya soal menentukan jurusan, melainkan memilih sikap hidup. Mahasiswa hukum, kata dia, dituntut memahami nilai keadilan, keberanian bersikap, serta kemampuan membedakan antara yang benar dan salah, bukan sekadar menghafal pasal.
Usin juga menekankan pentingnya critical thinking di lingkungan kampus. Mahasiswa didorong untuk aktif bertanya, berani berbeda pendapat, dan tidak terjebak pada pola pikir instan. Kampus, menurutnya, adalah ruang aman untuk melatih nalar, karakter, dan keberanian moral.
Kepada pengurus dan aktivis BEM, ia berpesan agar aktivisme mahasiswa diarahkan pada gerakan yang berdampak nyata. “BEM harus menjadi ruang gagasan, diskusi sehat, dan motor perubahan. Kritis boleh, tetapi tetap solutif, cerdas, dan beretika,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tantangan dunia hukum di era digital yang semakin kompleks, mulai dari isu kecerdasan buatan, kejahatan siber, perlindungan data pribadi, hingga hukum internasional. Mahasiswa hukum dituntut melek teknologi, berpikiran global, namun tetap berpegang pada hati nurani.
Menutup sambutannya, Usin Abdisyah mengajak mahasiswa FH UNIB untuk menjadi generasi hukum yang berintegritas, peduli keadilan, dan berani bertindak. “Dari kampus inilah perubahan besar untuk Indonesia dimulai,” pungkasnya.(Iwan)















