Bengkulu, – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu, seperti Universitas Bengkulu (Unib), Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Universitas Dehasen (Unived), dan Universitas Hazairin (Unihaz), menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada Senin (24/2). Massa yang tergabung dalam berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah.

Aksi yang berlangsung di depan gerbang DPRD ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel kepolisian dari Polda dan Polres Bengkulu. Gerbang DPRD dibatasi kawat berduri serta pagar betis aparat keamanan. Dalam orasinya, para mahasiswa menyanyikan lagu “Bayar Bayar Bayar” yang tengah viral dan berisi kritik terhadap institusi kepolisian.
Para mahasiswa menyuarakan tuntutan mereka, di antaranya menolak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang dinilai merugikan masyarakat, serta mendesak DPRD untuk mengawasi program makan bergizi gratis (MBG). Selain itu, mereka menolak rencana Gubernur Bengkulu terpilih untuk mengubah julukan Provinsi Bengkulu dari “Bumi Rafflesia” menjadi “Bumi Merah Putih”.
Situasi memanas ketika beberapa mahasiswa berusaha menyingkirkan kawat berduri dan penghalang lainnya. Bahkan, peserta aksi berusaha merobohkan pagar besi gedung DPRD karena tidak ada anggota dewan yang menemui mereka, mengingat para wakil rakyat sedang menjalani masa reses. Demonstran juga membakar ban di tengah jalan sebagai bentuk protes.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi. Aparat kepolisian terus berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.(Iwan)















