Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah Tegaskan Bahaya Penebangan Pohon di Jalur Perkebunan Teh Gunung Dempo

Cloud Hosting Indonesia

Pagaralam, – Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon di sepanjang jalur perkebunan teh kawasan Gunung Dempo, Kota Pagaralam. Ia menegaskan, keberadaan pepohonan di wilayah tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mencegah bencana alam.

Menurutnya, jalur perkebunan teh Gunung Dempo memiliki kontur tanah yang miring dan rawan longsor. Pohon-pohon yang tumbuh di kawasan itu berfungsi sebagai penyangga alami yang menahan erosi tanah serta menjaga stabilitas lereng. Jika penebangan dilakukan secara sembarangan, risiko banjir bandang dan tanah longsor akan meningkat, terutama saat musim hujan.

Ludi menuturkan bahwa keindahan kawasan Gunung Dempo tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga merupakan ekosistem yang harus dijaga bersama. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia dapat berdampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar, termasuk kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, hingga keselamatan warga.

Pemerintah Kota Pagaralam, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas penebangan liar di kawasan perkebunan teh. Ia juga mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan pengunjung untuk ikut berperan menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak merusak vegetasi yang ada.

Selain pengawasan, pemerintah berencana memperkuat edukasi lingkungan melalui sosialisasi kepada warga dan kelompok tani agar pengelolaan lahan dilakukan secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menekan potensi kerusakan alam sekaligus menjaga produktivitas perkebunan teh yang menjadi salah satu identitas daerah.

Ludi menegaskan bahwa menjaga pohon sama dengan menjaga masa depan kota. Ia berharap kesadaran bersama dapat tumbuh sehingga kawasan Gunung Dempo tetap hijau, aman, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.(Ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *