Bengkulu – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi, S.P., M.M. tampil sebagai pemateri dalam Diskusi Publik yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) beberapa hari lalu. Diskusi publik ini mengambil tema Konsolidasi Demokrasi Refleksi 25 Tahun Reformasi.

Disampaikan Jonaidi kepada para mahasiwa untuk dapat mempersiapkan diri dimana saat ini negara sedang membutuhkan calon-calon pemimpin yang hebat.
“Kita memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang saat ini di fase 0 sampai 5 tahun mereka menuntut ilmu, berkampus disini dalam mempersiapkan modal mereka sebagai calon pemimpin,” sampai Jonaidi yang ditemui seusai menjadi narasumber pada Diskusi Publik di UINFAS.
Kemudian diungkapkan Jonaidi, saat ini Reformasi telah berumur 25 tahun.
“Kalau Orde Baru berumur 32 tahun, artinya 7 tahun lagi umur Reformasi akan sama dengan Orde Baru artinya mungkin Reformasi sedang memasuki fase-fase klimaks, dan ini sedang dievaluasi untuk gerakan mahasiswa,” ungkap Jonaidi.
Ditambahkan Jonaidi, diharapkan kepada mahasiswa agar dapat lebih berinteraksi terhadap persoalan-persoalan masyarakat dan jangan selalu terjebak dengan isu-isu nasional.
“Di daerah ini segudang permasalahan, segudang kesulitan rakyat, segudang penderitaan rakyat yang hampir terkadang para mahasiswa tidak menyikapi, saya minta kepada para mahasiswa untuk dapat mengawal persoalan di daerah,” ujar Jonaidi.
Hal senada disampaikan Wibowo Susilo yang juga merupakan narasumber dalam kegiatan ini dimana mendukung atas saran kepada para mahasiswa untuk fokus akan isu-isu lokal.
“Saya sangat mendukung agar mahasiswa harus fokus terhadap isu-isu lokal,” singkat Bowo yang merupakan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu.(HKS)















