Alaku
Alaku

600 Personel Gabungan Gerebek Kampung Jeruk, Polisi Temukan Ganja, Peralatan Sabu hingga Mesin Judi Jackpot

Cloud Hosting Indonesia

Rejang Lebong, Radar Informasi News – Operasi besar-besaran yang dipimpin langsung Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, di Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (16/10/2026), membuahkan sejumlah temuan.

Sekitar 600 personel gabungan dari Polda Bengkulu, Sat Brimob, Polres Rejang Lebong, serta unsur Denpom TNI diterjunkan untuk menyisir sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai target operasi (TO).

Hasilnya, petugas mengamankan empat paket besar yang diduga narkotika jenis ganja, puluhan peralatan yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu, timbangan digital, plastik klip, sejumlah telepon genggam, hingga tiga unit mesin permainan judi jackpot.

Direktur Reserse Narkoba Polda Bengkulu, Kombes Pol. Jojo Sutarjo, didampingi Kapolres Rejang Lebong, AKBP Syahrul Hariady, menjelaskan bahwa operasi tersebut menyasar sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika serta perjudian.

“Operasi ini melibatkan sekitar 600 personel gabungan. Ada beberapa lokasi yang menjadi target operasi dan dari hasil kegiatan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika maupun perjudian,” ungkapnya.

Operasi diawali dengan apel gabungan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Bengkulu sekitar pukul 07.00 WIB. Apel dipimpin langsung Kapolda Bengkulu, didampingi Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho, sejumlah pejabat utama Polda Bengkulu, serta Kapolres Rejang Lebong.

Selanjutnya, ratusan personel bergerak menuju sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Di lokasi target operasi milik Junaidi, petugas menemukan 18 sekop rakitan dari pipet plastik, tujuh kaca pireks, tujuh alat isap atau bong, 71 jarum suntik, timbangan digital, plastik klip berbagai ukuran, serta sejumlah peralatan lainnya.

Sementara di lokasi milik Zainal, petugas mengamankan dua unit telepon genggam, satu set alat isap yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu, dua plastik klip bekas pakai, sejumlah dokumen identitas, serta tiga unit mesin jackpot.

Temuan cukup menonjol diperoleh dari lokasi target operasi milik Mediansyah. Petugas mengamankan empat paket besar yang diduga narkotika golongan I jenis ganja. Keempat paket tersebut dibungkus menggunakan kertas cokelat dan dilapisi lakban bening.

Selain paket diduga ganja, petugas turut mengamankan buku tabungan, buku catatan, serta perangkat CCTV berikut DVR.

Penggeledahan juga dilakukan di rumah milik Feri. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan empat telepon genggam, uang tunai Rp415 ribu, timbangan digital, korek api gas, pipet modifikasi, serta sejumlah plastik klip.

Tidak berhenti di situ, petugas turut menyisir sebuah lapak yang menurut laporan diduga menjadi tempat penggunaan narkotika jenis sabu.

Dari lapak tersebut, ditemukan delapan set alat isap rakitan, 21 kaca pireks, 13 korek api gas, sejumlah sedotan plastik, plastik klip, serta perangkat CCTV.

Sedangkan dari lokasi rumah milik Jon Eka, petugas mengamankan satu unit airgun laras pendek menyerupai pistol Makarov dan satu unit senapan angin laras panjang. Kedua benda tersebut turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terkait seluruh temuan tersebut, penyidik masih perlu melakukan pemeriksaan guna memastikan keterkaitan masing-masing barang dengan dugaan tindak pidana.

“Seluruh barang yang ditemukan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga akan mendalami keterkaitan barang bukti tersebut dengan dugaan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di lokasi yang menjadi sasaran operasi,” beber Jojo.

Setelah melakukan penyisiran, seluruh tim gabungan kembali ke SPN Polda Bengkulu sekitar pukul 10.30 WIB. Situasi keamanan setelah pelaksanaan operasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Meski demikian, pengamanan kawasan tidak langsung dihentikan. Polres Rejang Lebong bersama unsur TNI dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melanjutkan patroli dialogis serta langkah cooling system untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pascaoperasi.

Patroli tersebut sekaligus dilakukan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan menjaga situasi keamanan di wilayah Kecamatan Binduriang.

“Setelah kegiatan operasi, kami bersama unsur TNI dan pemerintah daerah melanjutkan patroli dialogis untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” pungkas Jojo.(Arie/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *