Bengkulu – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bengkulu mengadakan Dialog Kebangsaan dengan pembicara Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, M.Sc, Psikolog yang merupakan Ketua Dewan Pakar PKS. Tema dari dialog ini adalah Merajut Kebhinekaan Menuju Indonesia Sejahtera.
H. Sujono, S.P., M.Si., selaku Ketua Umum DPW PKS Bengkulu dalam sambutannya mengungkapkan dengan adanya kegiatan dialog kebangsaan ini agar dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. “Keberagaman atau kebhinekaan adalah suatu keniscayaan yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME).” ungkap Sujono dihadapan peserta dialog kebangsaan, Sabtu (17/12).
“PKS adalah partai berasaskan Islam yang merupakan rahmatan lil’alamin, dimana rahmat di sini bukan hanya untuk umat Islam tetapi rahmat bagi umat lain dan bagi seluruh alam di muka bumi ini.” lanjutnya.
Dalam pemaparan di awal dialognya Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, M.Sc, Psikolog menyampaikan kebhinekaan itu suatu keniscayaan sebuah anugerah dari Tuhan YME. “Realita kemajemukan yang harus kita terima, dan semuanya itu di dalam rumah besar yang bernama Indonesia dan harus saling bersinergi.” sampainya.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, PKS siap untuk bersama seluruh komponen bangsa membangun negara ini.
“Saya selaku Ketua Dewan Pakar PKS dimana anggotanya ada yang dari Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha dimana potensi itu dimiliki oleh setiap manusia dan tidak tergantung dari keyakinan.” lanjutnya.

Dialog ini makin hangat dengan adanya beberapa pertanyaan dari peserta diantaranya dari bakal calon anggota DPD RI Leni John Latief yang menanyakan kenapa perempuan dalam Pemilu selalu tidak mencapai kuota duduk di legislatif.

Kemudian pertanyaan dari tokoh pemuda Dian Marfani yang juga Ketua Bidang OKK KNPI Kota Bengkulu yang mempertanyakan kenapa pemuda saat ini sepertinya terkotak-kotak dengan mengambil contoh KNPI yang berbagai macam versi.
Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Irwan Prayitno mengatakan itu tergantung dari mind set (pola pikir), jika perempuan ingin maju harus memiliki pemikiran untuk maju dengan berbagai daya upaya. “Untuk pemuda yang dikatakan terkotak-kotak, itu tidak apa-apa, asalkan bersatu di daalm satu konsep.” imbuhnya.
“Bangsa kita yang besar membutuhkan kebersaamaan yang satu persepsi namun identitas tidak bisa disamakan, yang dapat disamakan adalah visi dan misi untuk melangkah maju ke depan.” closing statement dari Irwan Prayitno.
Kegiatan Dialog Kebangsaan ini diadakan di salah satu hotel di Kota Bengkulu yang dikutii oleh tokoh lintas agama, akademisi, tokoh pendidikan, pemuda dan media.(HKS)
Penulis : Hasnul Kasdi – Editor : Ahmad Nasti Nasution















