Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Sentra Dharma Guna Bersama Sentra Budi Perkasa Asesmen dan Pengukuran Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas di Bengkulu

Tim asesmen, Jumat (14/7). Foto - Ist Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Sebanyak 28 data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan (PPKS) penyandang disabilitas fisik yang berasal dari Kabupaten Bengkulu Selatan (16 orang) dan Kabupaten Kepahiang (12 orang) diusulkan untuk mendapatkan alat bantu kaki dan tangan palsu (ortosis prostesis) kepada Kementerian Sosial melalui Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu. Menindaklanjuti hal tersebut Kepala Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu, Syam Wuryani segera berkoordinasi dengan Sentra “Budi Perkasa” di Palembang untuk melakukan asesmen dan pengukuran kepada PPKS calon penerima alat bantu tersebut. Di Kabupaten Bengkulu Selatan, kegiatan pengukuran dilaksanakan di aula cascoding rumah dinas Bupati Bengkulu Selatan (13/7).

Sebagai salah satu amanah Undang-Undang No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, mengatur tentang penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia. Kebijakan tersebut memiliki peran untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi.

Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi yang menghadiri acara secara daring mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial dan mengharapkan tangan dan kaki palsu tersebut dapat bermanfaat serta menunjang aktivitas PPKS sehari-hari. Sedangkan di Kabupaten Kepahiang kegiatan dilaksanakan di aula Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang.

Kepala Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu Syam Wuryani mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan dari Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Mensos memerintahkan untuk segera melaksanakan pemberian bantuan alat bantu disabilitas tersebut dan pelaksanaannya harus sesuai dengan SOP yang berlaku, sehingga para PPKS dapat segera merasakan manfaat dari alat bantu berupa tangan dan kaki palsu yang selama ini mereka impikan.

Arbi, bocah cilik salah satu calon penerima alat bantu dari Kabupaten Bengkulu Selatan sangat gembira dengan adanya bantuan tersebut, “Terima kasih Kementerian Sosial, semoga aku bisa bermain lagi dengan teman-teman di lapangan, ” Ucapnya riang.

Tak jauh berbeda rasa syukur dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Aisyah (50 th), kepada Kementerian Sosial. Calon penerima kaki palsu dari Kabupaten Kepahiang ini, sejak 2017 sudah diamputasi kaki sebelah kanan karena penyakit diabetes yang dideritanya. Dengan bantuan kaki palsu dia berharap usaha jual beli alat rumah tangga yang selama ini dilakukan secara online bisa mengantar langsung ke pembeli sambil mempererat tali silaturahmi.

Setelah selesai dilakukan asesmen dan pengukuran di Kabupaten Bengkulu Selatan terdapat 12 PPKS yang akan mendapatkan alat bantu yaitu 6 tangan palsu dan 7 kaki palsu, 1 PPKS diantaranya akan mendapat tangan palsu bilateral (tangan kiri dan kanan). Di Kabupaten Kepahiang terdapat 7 PPKS yang akan mendapat alat bantu, kaki palsu 6 PPKS, 1 PPKS diantaranya akan mendapat kaki palsu bilateral (kaki kiri dan kanan) dan tangan palsu 1 PPKS.

Proses pengerjaan alat bantu tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan, dimulai dari proses rectification (modifikasi cetakan), Fabrikasi (setting komponen alat bantu), dan Fitting (pengepasan kaki dan tangan palsu) untuk menyelesaikan pembuatan ortosis portesis sampai dapat digunakan oleh PPKS. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *