Bengkulu – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi mengatakan. Biaya kulia yang mahal di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unib harus sebanding dengan ilmu serta fasilitas sarana prasarana yang didapatkan para mahasiswa.
Dijelaskan Sumardi, sarana prasarana kegiatan belajar di kampus, harus bisa mencerminkan pembiayaan yang besar dari mahasiswa terhadap fasilitas yg mereka dapatkan dari kampus.
Karenanya, Sumardi meminta agar Dekan FKIK Unib memperhatikan perkembangan SDM serta menerima segala masukan untuk membangun komunikasi dan kemajuan kampus FKIK Unib
“Yang perlu ditegaskan, kehadiran Dekan di tengah tengah kampus dan perhatiannya terhadap perkembagan SDM kampus, Mahasiswa dan membangun komunikansi dengan dekan, dosen dan dokter spesialis” Ujar Sumardi

Selain itu, koas calon dokter di Fakultas Kedokteran Unib yang mencapai diatas 2.5 Tahun juga mempengaruhi kualitas lulusan Kedokteran Unib.
“Yang terjadi itu adalah keluhan mereka mereka (tempat koas) jadi kalu di klasifikasi kan artinya dokter dokter koas kita itu tidak lebih tinggi dari seorang perawat yang magang 10 tahun dengan dokter.
Apa Ýang terjadi diakan datang? kualitas dokter kita itu akan setingkat perawat nanti itula yang akan mengobati anak cucu kita, anak cucu saya orang bengkulu” Sindir Sumardi. (Tedy)















