Oleh: Alfian Mahendra anggota GenBI Bengkulu
Benģkulu, – Kopi masih menjadi komoditas unggulan dari kabupaten Rejang Lebong. Tak heran banyak masyarakat yang mulai membangun bisnis yang berkaitan dengan kopi. Salah satu yang paling menginspirasi adalah UMKM Lestari Coffee sebuah usaha yang menggunakan kopi asli Rejang Lebong hingga mampu membanggakan nama daerah.

Berawal dari berjualan kopi keliling, UMKM Lestari Coffee asal Sindang Dataran, Rejang Lebong mampu pasarkan produknya hingga keluar kota dan bahkan juarai festival kopi nasional sampai internasional.
Supriadi selaku pemilik UMKM Lestari Coffee menuturkan pada awalnya penjualan kopi dimulai sejak tahun 2012 dimana ia nekad memasarkan produknya dari satu rumah kerumah yang lain. Kopi yang ia gunakan berjenis kopi robusta, yang ia panggang dan haluskan sendiri.

“Jadi dulu saya tidak ada kerjaan, jadi saya coba buat kopi sendiri. Coba menggoreng kopi sendiri hingga di giling dan jadi kopi bubuk. Kemudian saya jual dengan berkeliling masih ingat dulu orang-orang ngomongin saya disini banyak kopi kok jualan kopi.”
Bapak Supriadi bahkan menambahkan bahwa dulu ia dianggap aneh karna berjualan kopi keliling. Tak patah semangat bapak Supriadi terus berusaha memasarkan produknya bahkan dititipkan di banyak warung.
Kesuksesan tidak langsung berpihak pada bapak supriadi. Pada mulanya kopi buatannya ini hanya laku sangat sedikit. Masih ingat dibenaknya waktu itu ia hanya mendapatkan 14.000 bahkan kopi yang ia kemas harus diganti kemasannya karena dianggap sudah tidak layak jual. Setahun berjalan, tak disangka kopinya mulai laku dipasaran. Bapak supriadi menuturkan ia pada akhirnya punya beberapa pelanggan tetap. Setiap selasa ia memasukan kopi ke warung langganan nya 10-15 Kg.
“Saya masih ingat dulu mulai laku di tahun 2014 udah mulai ada yang beli rutin jadi setiap selasa saya antar 10-15 kg”
Pelanggannya terus bertambah hingga tahun 2016 penjualan kopi lestari meningkat pesat. Hingga pada akhirnya mulai berdatangan pesaing yang turut mengeluarkan produk yang hampir sama. Meskipun begitu, kopi UMKM Lestari Coffee tidak menghentikan langkahnya begitu saja.
Sejak tahun 2017 kopi UMKM Lestari Coffee berkesempatan mendapatkan pembinaan dari Bank Indonesia wilayah Bengkulu. Bank Indonesia menyadari betul bahwa UMKM berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Pembinaan ini adalah upaya bank Indonesia mengembangkan UMKM potensial guna menjaga stabilitas perekonomian. Melalui pembinaan yang diberikan oleh Bank Indonesia, UMKM Lestari Coffee berkembang pesat. Bantuan yang diberikan mulai dari dampingan usaha, pelatihan hingga bantuan peralatan operasional.
Pada tahun 2018, kopi dari UMKM Lestari Coffee mulai menjajaki panggung internasional dibawa Bencooleen Coffee . Bukan hanya disatu negara, namun sudah dibawa hingga malaysia dan prancis.
Potensi yang sangat baik ini turut disambut baik oleh pihak Bank Indonesia wilayah Bengkulu. Bank Indonesia terus memberikan bantuan kepada UMKM Lestari Caffe. Bukan sekedar mesin produksi Bank Indonesia bahkan membuatkan rumah produksi hingga membangun ruang penjemuran kopi. Tentunya berkat binaan dari Bank Indonesia, perkembangan terus meningkat. Pada tahun 2022 Lestari Coffee mewakili provinsi Bengkulu menjadi juara dua penjualan terbanyak dalam Festival Kopi Nusantara.
Aromanya yang khas, dan kualitasnya yang sangat baik semakin memikat hati para pecinta kopi. Saat ini produknya sudah diperjual belikan secara luas mulai dari warung, toko oleh-oleh, hingga di bandara . Kopi ini juga mulai di ekspor keluar kota seperti palembang, jakarta, depok, bekasi, tegal hingga ke jawa tengah. Hingga pernah diminta untuk mengirimkan sebanyak 25 ton kopi. Namun sayangnya produksi saat itu belum cukup untuk memenuhi permintaan tersebut.
Saat ini UMKM Lestari Coffee masih terus memproduksi kopi dengan kualitas terbaik. Para petani lokal turut merasa terbantu dengan adanya UMKM ini. UMKM Lestari Coffee saat ini menargetkan pasar global melalui ekspor. Saat ini tengah dipersiapkan untuk dapat memenuhi standar ekspor global yang tentunya masih dibawah binaan Bank Indonesia. (**)















