Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Zacky Anthony : Semakin Banyak Kandidat, Bukti Demokrasi PWI Bengkulu Berjalan Sehat

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026, dinamika bursa calon Ketua PWI Bengkulu semakin hangat. Hingga Senin (6/7/2026), tercatat sudah lima kandidat mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon ketua.

Anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Dr. Zacky Anthony, SH., MH., menyambut positif tingginya antusiasme para calon yang akan bertarung dalam Konferwil. Menurutnya, semakin banyak kandidat yang maju merupakan cerminan bahwa demokrasi di tubuh PWI Bengkulu berjalan dengan baik.

“Silakan berkompetisi secara demokratis. Bagi pengurus PWI yang memenuhi persyaratan, silakan mendaftar. PWI adalah organisasi yang terbuka. Semakin banyak calon ketua, itu menunjukkan demokrasi di PWI Bengkulu hidup dan berkembang,” ujar Zacky.

Dikatakan oleh mantan Ketua PWI Provinsi Bengkulu periode tahun 2015-2021, kepengurusan PWI yang akan datang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah organisasi sekaligus meningkatkan kualitas profesi wartawan di Bengkulu. Salah satu prioritas utama adalah mendorong seluruh anggota PWI untuk memiliki kompetensi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Anggota yang belum mengikuti UKW harus didorong agar segera mengikuti uji kompetensi. Itu merupakan bentuk tanggung jawab PWI sebagai organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas anggotanya,” katanya.

Selain peningkatan kompetensi, Zacky juga menekankan pentingnya sosialisasi dan penegakan Kode Etik Jurnalistik. Menurutnya, pengurus baru harus mampu memperkuat profesionalisme wartawan, menjaga kekompakan organisasi, serta memastikan seluruh anggota menjalankan tugas jurnalistik sesuai etika profesi.

Ia juga berharap PWI Bengkulu terus membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, aparat penegak hukum, dan berbagai lembaga lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat fungsi pers sangat erat kaitannya dengan pembangunan, pendidikan, pelayanan publik, hingga penegakan hukum.

“PWI harus terus membina dan memperkuat anggotanya. Pelatihan jurnalistik seharusnya dilakukan secara rutin karena itu merupakan tugas pokok organisasi,” tegasnya.

Zacky mengingatkan, apabila ada anggota PWI yang terbukti melakukan tindakan pemerasan, maka hal tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap kode etik organisasi. Namun sejauh ini, kasus-kasus yang pernah terjadi di Bengkulu bukan dilakukan oleh anggota PWI Bengkulu.

Di akhir keterangannya, ia menilai tantangan organisasi pers ke depan semakin besar seiring perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak mengandalkan media sosial. Karena itu, PWI dituntut terus beradaptasi, meningkatkan profesionalisme anggotanya, serta menjaga kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik yang berkualitas dan beretika. (Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *