Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Dikabarkan Tolak Pasien, Ini Keterangan RS Tiara Sella

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Direktur RS Tiara Sella, dr. Syella Ania, MARS, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak pasien yang datang untuk mendapatkan perawatan. Hal ini disampaikan saat ia memberikan penjelasan kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu dalam sidak terkait dugaan penolakan pasien di rumah sakit tersebut.

Menurut dr. Syella, seluruh penanganan pasien di RS Tiara Sella telah dilakukan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku. Ia mengklarifikasi kasus ibu hamil yang sempat menjadi sorotan. “Penanganan sudah sesuai prosedur, namun ada satu fase yang tidak ingin dilalui oleh pihak keluarga pasien. Karena itu, pasien memutuskan untuk pulang atas kesadaran sendiri. Kami bahkan sudah memberikan obat dan mengarahkan pasien untuk tidak langsung pulang ke rumah, tetapi ke rumah sakit lain demi kondisi pasien yang memprihatinkan,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu juga menyoroti kasus lain yang menimpa seorang pasien kecelakaan, Edi Wagimin (63). Pasien tersebut dikabarkan tidak menerima rujukan melalui Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute), sehingga harus berpindah-pindah rumah sakit sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di RS Gading Medika.

Ketua Komisi IV DPRD, Usin, menyampaikan bahwa RS Tiara Sella seharusnya mengirimkan Sisrute ke RSUD sehingga pasien bisa langsung dialihkan tanpa harus berpindah-pindah. “Hal ini menyebabkan kebingungan, meskipun pada akhirnya pasien mendapatkan penanganan,” ujar Usin.

Menanggapi hal itu, dr. Syella menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan tidak menggunakan Sisrute karena prosedur tersebut dinilai terlalu panjang dan pasien membutuhkan penanganan cepat.

“Dokter spesialis Ortopedi kami sedang cuti Nataru, sehingga kami langsung mengarahkan pasien ke RSUD dengan asumsi di sana tersedia dokter spesialis Ortopedi. Namun, sebelum dirujuk, pasien telah kami berikan tindakan awal,” ujarnya.

RS Tiara Sella berharap penjelasan ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat terkait isu penolakan pasien.

“Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik sesuai prosedur yang berlaku,” tutup dr. Syella.(Nasti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *